SIWALIMA.id > Berita
Ratusan Peserta Ikut Turnamen Garuda Yaksa Championship IV 2025
Online | Selasa, 16 September 2025 pukul 00:39 WIT

AMBON, Siwalimanews – Sebanyak 930 peserta dari 23 kontingen, mengikuti turnamen karate bertajuk Garuda Yaksa Championship IV yang berlangsung di Sporthall Karang Panjang 15-17 September.

Turnamen yang digagas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang juga Ketua Forki Maluku ini, dibuka Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Maluku Kasrul Selang.

Kasrul saat membuka turnamen itu mengaku, karate bukan hanya olahraga beladiri semata, namun seni dalam membentuk disiplin, kepercayaan diri, tekad, kesabaran, sportifitas dan pengendalian diri.

Nilai-nilai ini dibutuhkan, sebab sejalan dengan semangat membangun Maluku yang lebih maju di tengah derasnya tantangan arus digitalisasi dan perubahan zaman yang begitu cepat.

“Para pemuda-pemudi Maluku harus mampu memanfaatkan teknologi informasi digital sebagai peluang, bukan terjebak sebagai korban digitalisasi, salah satunya dengan meneladani nilai-nilai dari olahraga karate,” tandas Kasrul.

Menurut Kasrul, pelaksanaan turnamen karate ini, tentu sebagai ajang seleksi untuk menjaring bakat dan talenta terbaik dari para karateka di Maluku.

Apalagi, menjelang perhelatan PON Beladiri pada bulan Oktober yang akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, sehingga perlu dipersiapkan atlet karate yang nantinya bertanding mewakili Maluku.

“Pada momentum berharga ini, atas nama gubernur, kami meminta para karateka dan seluruh generasi muda Maluku untuk jadikan prestasi olahraga sebagai salah satu motivasi untuk berkompetisi sehat di berbagai bidang kehidupan,” jelas Kasrul

Selain itu kata Kasrul, karateka harus menumbuhkan mental juara, bukan hanya diatas matras namun, juga dalam menuntut ilmu, berinovasi dan berkarya bagi daerah dan bangsa.

Untuk itu, Kasrul mengajak para karateka untuk membangkitkan semangat membangun Maluku dari ketertinggalan, dengan mengambil nilai-nilai karate seperti disiplin, kerja keras, keberanian dan kehormatan.

“Pemprov percaya dari arena ini akan lahir atlet-atlet karate yang tidak hanya membawa nama Maluku ditingkat lokal, tetapi juga Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tandas Kasrul.

Mantan Ketum Forki Maluku ini mengingatkan, para wasit dan perangkat pertandingan untuk menjalankan tugas dengan profesional, karena dengan kepemimpinan yang adil akan menghasilkan keseluruhan hasil turnamen yang baik dan berkualitas pula.

“Kepada panitia pelaksana agar mampu menciptakan suasana pertandingan yang tidak saja berkualitas, tetapi dapat menciptakan kondisi yang nyaman bagi atlet, official maupun penikmat olahraga,” pinta Kasrul.(S-20)

BERITA TERKAIT