SIWALIMA.id > Berita
Ratusan Mahasiswa Aru Terancam, ASA-JAR Demo
Daerah | Rabu, 10 September 2025 pukul 23:08 WIT

DOBO, Siwalimanews – Ratusan mahasiswa Aru penerima program bea­siswa gratis terancam pu­tus kuliah karena anggaran dari pemerintah mandek.

Hal itu memicu aksi de­monstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masa Depan Jargaria (ASA-JAR), Selasa (9/9) di jalan raya Pemda I tepatnya di antara Kantor Bupati dan gedung DPRD Aru.

Pantauan Siwalima, ke­hadiran puluhan mahasis­wa menuntut kejelasan tunggakan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa belajar dari pemerintah daerah Kepulauan Aru pada beberapa kampus kerja sama, sehingga berdampak lang­sung pada kelanjutan proses akademik para mahasiswa.

Mahasiswa mendesak, Pemkab Aru membayar tunggakan beasis­wa mahasiswa Aru di kampus Stikes Pasapua Ambon, Graha Edu­kasi Makassar, Ikopin dan lainnya.

“Hari ini kami GMNI, HMI, PMKK bersama dengan teman-teman Graha Edukasi Makasar datang Pemda dan DPRD menagih janji Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, yang mana Bupati dan Wakil Bupati punya visi-misinya memba­ngun fondasi transformasi sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan sejahtera,” ujar salah satu pendemo.

Dikatakan, pemerintah harus me­ngutamakan sumber daya ma­nusia bukan pekerjaan fisik. “Karena kita punya sumber daya alam (SDA), kalau tidak ada sum­ber daya manusia, siapa yang mau mengelola semua itu?.

Sementara David Faturey dalam orasinya mengatakan, pemerinta­han itu beda dengan perusahaan, sehingga ketika bupati mau ambil satu kebijakan atau mengeluarkan satu keputusan, maka harus berpikir lebih jauh dampak yang akan dialami oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru.

“Kami adalah bagian dari mas­yarakat yang menerima dampak dari kebijakan bupati dengan adanya penundaan pembayaran hutang kepada pihak kampus, sehingga kami  harus pulang dari kota, lalu berteriak di jalan-jalan menuntut dan mendesak dan sebagainya. Padahal katong ini bukan beban,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa adalah generasi emas yang sudah seha­rusnya dilindungi.

Olehnya, David meminta Bupati dan Wakil Bupati Aru dan 25 DPRD melihat hal ini serta dapat men­jawab tuntutan para mahasiswa.

Berkoordinasi

Menanggapi tuntutan pendemo, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa mengatakan, selaku Pemerintah Daerah Kepu­lauan Aru sudah berkoordinasi dengan para Pimpinan OPD lainya, dan telah sepakat untuk beren­cana membayarkan tunggakan ini dengan dana Hibah yang ada setiap tahun.

“Akan tetapi jikalau kita cuma berfokus terhadap permasalahan ini, maka permasalahan yang lain akan terbengkalai atau tidak ter­selesaikan. Saya selaku Pemerin­tah Daerah akan berusaha keras untuk menyelesaikan permasala­han ini dengan cara membayar sebagian ataupun semampunya,” ujar Djumpa.

Ia juga meminta kepada para mahasiswa untuk bersabar dan memberikan waktu bagi pemda menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.

Lanjut Djumpa, adapun terkait pemulangan beberapa maha­siswa dari kampus itu merupakan kebijakan yang dijalankan oleh pihak kampus.

Sedangkan untuk program pene­rimaan beasiswa bagi mahasiswa baru saat ini dihentikan sementara waktu agar dapat berfokus me­nyelesaikan permasalahan yang sudah ada terlebih dahulu.

“Jadi saat ini tidak ada pene­rimaan mahasiswa baru, sehing­ga kami fokuskan ke masalah yang saat ini hingga tuntas, karena kami telah membentuk tim untuk menyelesaikan masalah tersebut,” jelas Djumpa.

Akan Selesaikan

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua I DPRD Kepulauan Aru, Udin Belsigaway menyampaikan bahwa apa yang sudah disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, DPRD juga akan berkolaborasi ataupun bekerja sama dengan pemda untuk sama- menyelesaikan.

“Untuk itu diharapkan kepada adik-adik sekalian bersabar, ka­rena kami akan berusaha menye­lesaikan permasalahan tersebut. Selain itu, bupati kepulauan Aru telah bentuk satu tim yang diketuai oleh Asisten 3 untuk menyele­saikan persoalan adik-adik maha­siswa dan saat ini tim sedang berada di Ambon untuk menye­lesaikan masalah ini,” ungkap Belsigaway.

Polisi Usut

Sementara Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite mengucapkan terima kasih kepada para pendemo karena telah menyampaikan aspirasi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dengan tertib.

Ditambahkan, terkait permasa­lahan yang sudah terjadi, selaku aparat penegak hukum akan menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan.

“Saya sudah memerintahkan pe­nyidik satreskrim untuk mempro­ses seluruh laporan yang sudah dilaporkan. Adik-adik sekalian tidak perlu ragu, saya sampaikan kepada adik-adik untuk bersabar biarkan pemda dan DPRD Kabu­paten Kepulauan Aru menyele­saikan permasalahan tersebut,” ujar kapolres.

Selama pelaksanaan aksi damai, personel Polres Kepulauan Aru, Aparat TNI dari Koramil 1503-03 Dobo dan Satpol-PP Kepulauan Aru melakukan pengamanan. Pada pukul 13.50 WIT masa aksi membubarkan diri dengan tertib aman dan lancar. (S-11)

BERITA TERKAIT