DOBO, Siwalimanews – Ratusan mahasiswa Aru penerima program beaÂsiswa gratis terancam puÂtus kuliah karena anggaran dari pemerintah mandek.
Hal itu memicu aksi deÂmonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masa Depan Jargaria (ASA-JAR), Selasa (9/9) di jalan raya Pemda I tepatnya di antara Kantor Bupati dan gedung DPRD Aru.
Pantauan Siwalima, keÂhadiran puluhan mahasisÂwa menuntut kejelasan tunggakan bantuan biaya pendidikan atau beasiswa belajar dari pemerintah daerah Kepulauan Aru pada beberapa kampus kerja sama, sehingga berdampak langÂsung pada kelanjutan proses akademik para mahasiswa.
Mahasiswa mendesak, Pemkab Aru membayar tunggakan beasisÂwa mahasiswa Aru di kampus Stikes Pasapua Ambon, Graha EduÂkasi Makassar, Ikopin dan lainnya.
âHari ini kami GMNI, HMI, PMKK bersama dengan teman-teman Graha Edukasi Makasar datang Pemda dan DPRD menagih janji Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, yang mana Bupati dan Wakil Bupati punya visi-misinya membaÂngun fondasi transformasi sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan sejahtera,â ujar salah satu pendemo.
Dikatakan, pemerintah harus meÂngutamakan sumber daya maÂnusia bukan pekerjaan fisik. âKarena kita punya sumber daya alam (SDA), kalau tidak ada sumÂber daya manusia, siapa yang mau mengelola semua itu?.
Sementara David Faturey dalam orasinya mengatakan, pemerintaÂhan itu beda dengan perusahaan, sehingga ketika bupati mau ambil satu kebijakan atau mengeluarkan satu keputusan, maka harus berpikir lebih jauh dampak yang akan dialami oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru.
âKami adalah bagian dari masÂyarakat yang menerima dampak dari kebijakan bupati dengan adanya penundaan pembayaran hutang kepada pihak kampus, sehingga kami harus pulang dari kota, lalu berteriak di jalan-jalan menuntut dan mendesak dan sebagainya. Padahal katong ini bukan beban,â katanya.
Menurutnya, mahasiswa adalah generasi emas yang sudah sehaÂrusnya dilindungi.
Olehnya, David meminta Bupati dan Wakil Bupati Aru dan 25 DPRD melihat hal ini serta dapat menÂjawab tuntutan para mahasiswa.
Berkoordinasi
Menanggapi tuntutan pendemo, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa mengatakan, selaku Pemerintah Daerah KepuÂlauan Aru sudah berkoordinasi dengan para Pimpinan OPD lainya, dan telah sepakat untuk berenÂcana membayarkan tunggakan ini dengan dana Hibah yang ada setiap tahun.
âAkan tetapi jikalau kita cuma berfokus terhadap permasalahan ini, maka permasalahan yang lain akan terbengkalai atau tidak terÂselesaikan. Saya selaku PemerinÂtah Daerah akan berusaha keras untuk menyelesaikan permasalaÂhan ini dengan cara membayar sebagian ataupun semampunya,â ujar Djumpa.
Ia juga meminta kepada para mahasiswa untuk bersabar dan memberikan waktu bagi pemda menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
Lanjut Djumpa, adapun terkait pemulangan beberapa mahaÂsiswa dari kampus itu merupakan kebijakan yang dijalankan oleh pihak kampus.
Sedangkan untuk program peneÂrimaan beasiswa bagi mahasiswa baru saat ini dihentikan sementara waktu agar dapat berfokus meÂnyelesaikan permasalahan yang sudah ada terlebih dahulu.
âJadi saat ini tidak ada peneÂrimaan mahasiswa baru, sehingÂga kami fokuskan ke masalah yang saat ini hingga tuntas, karena kami telah membentuk tim untuk menyelesaikan masalah tersebut,â jelas Djumpa.
Akan Selesaikan
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua I DPRD Kepulauan Aru, Udin Belsigaway menyampaikan bahwa apa yang sudah disampaikan oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, DPRD juga akan berkolaborasi ataupun bekerja sama dengan pemda untuk sama- menyelesaikan.
âUntuk itu diharapkan kepada adik-adik sekalian bersabar, kaÂrena kami akan berusaha menyeÂlesaikan permasalahan tersebut. Selain itu, bupati kepulauan Aru telah bentuk satu tim yang diketuai oleh Asisten 3 untuk menyeleÂsaikan persoalan adik-adik mahaÂsiswa dan saat ini tim sedang berada di Ambon untuk menyeÂlesaikan masalah ini,â ungkap Belsigaway.
Polisi Usut
Sementara Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Perwira Sihite mengucapkan terima kasih kepada para pendemo karena telah menyampaikan aspirasi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dengan tertib.
Ditambahkan, terkait permasaÂlahan yang sudah terjadi, selaku aparat penegak hukum akan menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan.
âSaya sudah memerintahkan peÂnyidik satreskrim untuk memproÂses seluruh laporan yang sudah dilaporkan. Adik-adik sekalian tidak perlu ragu, saya sampaikan kepada adik-adik untuk bersabar biarkan pemda dan DPRD KabuÂpaten Kepulauan Aru menyeleÂsaikan permasalahan tersebut,â ujar kapolres.
Selama pelaksanaan aksi damai, personel Polres Kepulauan Aru, Aparat TNI dari Koramil 1503-03 Dobo dan Satpol-PP Kepulauan Aru melakukan pengamanan. Pada pukul 13.50 WIT masa aksi membubarkan diri dengan tertib aman dan lancar. (S-11)