AMBON, Siwalima.id - Presiden, Prabowo Subianto meresmikan delapan ruas jalan yang tersebar di empat kabupaten dan kota di Provinsi Maluku.
Peresmian sejumlah ruas jalan di Provinsi Maluku ini bersamaan dengan peresmian 1.151 jalan daerah yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia yang dibangun dengan menggunakan APBN 2025.
Sejumlah ruas jalan yang diresmikan diantaranya, ruas jalan Ir Soekarno - Pertamina di Kabupaten Tanimbar dengan panjang 2.684 km yang menelan anggaran Rp.10.139.143.700, peningkatan ruas jalan Piru-Loki Seksi I Kabupaten SBB dengan sepanjang 3.30 km dengan anggaran Rp.14.798.954.360.
Selanjutnya peningkatan ruas jalan Piru - Loki Seksi II sepanjang 1.20 km dengan anggaran sebesar Rp10.077.971.718, leningkatan ruas jalan Sp Lintas Seram - Mulumed Kabupaten Maluku Tengah sepanjang 4.33 km yang menelan anggaran Rp.8.269.251.00, kemudian peningkatan jalan Haria - Haria Gunung I Kabupaten Maluku Tengah sepanjang 6.459 km dengan anggaran Rp.12.330.552.000.
Selanjutnya, peningkatan jalan Haria - Haria Gunung II Kabupaten Maluku Tengah sepanjang 7.96 km dengan anggaran Rp.20.698.086.000 dan preservasi jalan Marloso/Mako - Sp.Waekasar I Buru sepanjang 3.30 km yang menelan anggaran Rp.19.737.277.778 serta paket preservasi Jalan Marloso/Mako - Sp.Waekasar II Buru sepanjang 2.70 km dengan anggaran Rp.20.430.999.900 sehingga total panjang jalan yang diresmikan yakni 31.933 km dengan anggaran sebesar Rp.116.752.236.455
Presiden menjelaskan, jalan daerah memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat karena menjadi penghubung antara sentra produksi dengan pasar maupun pusat distribusi.
“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total panjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia di 37 provinsi. Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat,” ucap Presiden seperti yang dikutib dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6).
Menurut Presiden, jalan yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai produk masyarakat dari desa menuju pasar, kawasan industri, maupun pusat distribusi lainnya.
Ia menilai, pembangunan konektivitas menjadi penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis yang beragam. Dengan akses jalan yang baik, biaya logistik dapat ditekan sehingga mendukung daya saing ekonomi nasional.
“Indonesia adalah negara sangat besar dengan wilayah yang sangat luas serta kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” tandas presiden.
Presiden juga mengaitkan, pembangunan jalan dengan upaya memperkuat ketahanan nasional, termasuk dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi, sebab jaringan distribusi yang baik menjadi faktor penting, agar hasil produksi dan energi dapat menjangkau masyarakat secara merata.
“Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita. Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi. Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif,” jelas presiden.
Pada kesempatan itu, presiden minta pemerintah daerah agar ikut menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun serta memastikan pemerintah akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur daerah pada tahun-tahun mendatang.(S-20)