SIWALIMA.id > Berita
Polda Maluku Telusuri Rekam Jejak Calon Tamtama Polri
Online | Selasa, 23 Juni 2026 pukul 18:06 WIT

AMBON, Siwalima.id - Polda Maluku melakukan wawancara penelusuran mental kepribadian atau PMK terhadap peserta seleksi penerimaan Tamtama Polri Gelombang II tahun 2026.

Penelusuran ini, sebagai upaya memastikan calon anggota Polri memiliki integritas, moralitas dan rekam jejak yang baik. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bid Propam Polda Maluku, Senin (22/6), diikuti 27 peserta yang telah lolos tahapan seleksi sebelumnya. 

Wawancara dipimpin Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Indera Gunawan, selaku Ketua Bidang PMK Panitia Daerah Maluku.

Kombes Indera mengatakan, tahapan PMK menjadi salah satu instrumen penting dalam proses rekrutmen Polri untuk menelusuri latar belakang peserta, integritas pribadi, pemahaman kebangsaan, rekam jejak sosial, hingga potensi perilaku yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas kepolisian di masa depan.

Seleksi PMK tidak hanya bertujuan mengukur aspek kepribadian peserta, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mencegah masuknya individu yang berpotensi memiliki perilaku menyimpang ke dalam institusi Polri.

“Kami tidak hanya mencari peserta yang sehat secara fisik dan memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga calon Bhayangkara yang memiliki integritas, loyalitas kepada bangsa dan negara, serta rekam jejak yang baik,” jelas Kombes Indera dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Selasa (23/6).

Menurutnya, proses wawancara dilakukan secara objektif dan profesional dengan menggali berbagai aspek kepribadian peserta guna memastikan calon anggota Polri yang terpilih siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Polri membutuhkan generasi Bhayangkara yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral dalam pelaksanaan tugas,” tulis Kombes Indera.

Masih dalam rilis itu, Kepala Biro SDM Polda Maluku sekaligus Ketua Panda Penerimaan Polri tahun 2026, Kombes Jemi Junaidi menambahkan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta Clean and Clear.

Menurut Jemi, proses rekrutmen anggota Polri merupakan investasi strategis organisasi untuk menghasilkan SDM unggul yang akan menjadi wajah Polri di masa depan.

“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan kualitas dirinya,” tulis Kombes Jemi.

Untuk menjamin objektivitas seleksi kata Kombes Jemu, pelaksanaan wawancara PMK diawasi oleh tim pengawas internal yang terdiri dari personel Itwasda dan Bid Propam Polda Maluku, serta melibatkan pengawas eksternal.

Ia berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan berlapis, institusi tersebut dapat melahirkan Bhayangkara muda yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian modern dalam mendukung terwujudnya Polri Presisi serta visi Indonesia Emas 2045.(S-25)

BERITA TERKAIT