AMBON, Siwalima.id – Polda Maluku mulai menyiapkan pengamanan perayaan Paskah Kristus yang akan dirayakan umat Kristiani di Maluku serta tradisi pukul sapu yang akan berlangsung di Negeri Mamala dan Morela.
Kesiapan itu ditunjukan dalam rapat kesiapan yang dipimpin Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto di ruang Command Center Polda Maluku yang dihadiri Wakapolda, Irwasda, para pejabat utama, serta diikuti seluruh kapolres jajaran melalui virtual meeting, Kamis (26/3).
Kapolda mengaku, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta pola pengamanan terpadu dalam menghadapi dua agenda besar, yakni perayaan keagamaan umat Kristiani dan tradisi budaya khas Maluku.
Pengamanan harus dilakukan secara terencana, terukur, dan humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Pengamanan Paskah harus dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan sinergitas seluruh personel, guna memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah,” pinta kapolda dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat (27/3).
Paskah kata kapolda, merupakan momentum sakral, sehingga seluruh rangkaian ibadah harus dijamin berlangsung aman dan kondusif.
Kapolda juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan secara menyeluruh, termasuk pengamanan rumah ibadah, jalur mobilitas masyarakat, hingga titik-titik keramaian.
Selain itu, pengamanan tradisi Pukul Sapu di Negeri Mamala dan Morella menjadi perhatian khusus. Tradisi tersebut dikenal sebagai salah satu warisan budaya Maluku yang memiliki daya tarik tinggi, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
“Tradisi Pukul Sapu adalah warisan budaya yang harus dijaga. Pengamanannya harus profesional agar tetap berjalan lancar tanpa mengurangi nilai sakralnya,” cetus kapolda.
Kapolda juga menegaskan, pentingnya sinergitas lintas sektor, termasuk dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kedepankan langkah preventif dan deteksi dini. Setiap potensi gangguan harus diantisipasi agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata,” tegas kapolda.
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel, untuk tetap menjaga profesionalisme serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pengamanan berlangsung.
Rapat kesiapan ini menegaskan komitmen Polda Maluku dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai identitas daerah.(S-25)