AMBON, Siwalimanews – Mabes Polri memastikan akan membangun laboraÂtoÂrium forensik (Labfor) di Polda Maluku. LaboratoÂrium ini akan menjadi laboÂratorium forensik kewilyaan di Indonesia timur.
Kepastian pembanguÂnan itu, dibuktikan dengan kedatangan Tim Pusat Laboratorium Forensik (PusÂlabfor) Bareskrim Polri ke Polda Maluku dalam rangka pelaksanaan Mutual Check awal (MC-0) pembangunan Labfor Kewilayaan tersebut.
Tim yang dipimpin KaÂpuslabfor Bareskrim Polri Brigjen Sudardjiko itu terdiri dari Kabid Kimbiofor Kombes Evi Dewi, Kabag Jemenmutu Kombes Harold Wilson Huwae, Analis Madya Bidang Labfor Kombes Djoko Julianto serta perwakilan vendor The Capitol Group Rudi Haryono.
Rombongan tim Puslabfor ini diterima oleh Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto didampingi Karo Log di ruang kerja kapolda, Rabu (8/10).
Dalam paparannya, Kapuslabfor Bareskrim Polri Brigjen Sudardjiko menjelaskan, pembangunan LaboÂratorium Forensik Kewilayahan di Maluku merupakan bagian dari rencana strategis Polri untuk memÂperkuat layanan ilmiah kepolisian di kawasan timur Indonesia, meliputi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.
âPembangunan ini akan menÂjadi tonggak penting dalam pelaÂyanan forensik di wilayah timur. Fasilitas yang akan dibangun mencakup bidang pemeriksaan narkoba, dokumen, pencemaran lingkungan, hingga kebakaran,â jelas Brigjen Sudardjiko.
Laboratorium tersebut kata Brigjen Sudardjiko, rencananya dibangun di lahan milik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku di Kota Ambon, dengan target penyelesaian dalam waktu 18 bulan. Pembangunan ini juga akan menjadi bagian dari jaringan 13 laboratorium forensik kewilayahan Polri di seluruh Indonesia.
Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto pada kesempatan itu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Puslabfor Bareskrim Polri dalam merealisasikan pemÂbaÂngunan laboratorium tersebut.
âKami sangat menyambut baik rencana ini karena keberadaannya akan sangat membantu pelaksaÂnaan tugas-tugas penyidikan di wilayah Maluku,â ucap kapolda.
Ia menjelaskan, kondisi geograÂfis dan sosial Maluku yang komÂpleks menuntut dukungan laboraÂtorium forensik modern untuk menÂdukung penyidikan kasus-kasus berbasis bukti ilmiah, seperti penyalahgunaan bahan kimia berbahaya, kejahatan lingkungan, hingga pertambangan ilegal.
âDengan fasilitas forensik yang memadai, kita tidak hanya memÂpercepat proses penyelidikan, teÂtapi juga meningkatkan akuntabiÂlitas dan kualitas hasil penyidikan. Ini penting untuk menjaga keperÂcayaan publik terhadap kinerja kepolisian,â tandas kapolda.
Polda Maluku kata kapolda, akan terus memperkuat sinergi dengan Puslabfor Mabes Polri, baik dalam bidang teknis maupun pengemÂbangan sumber daya manusia, agar layanan forensik di wilayah timur Indonesia semakin optimal dan berdaya saing nasional.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah poin strategis terkait penguatan sistem forensik kepolisian, peÂningÂkatan kualitas penyelidikan ilmiah, serta dinamika keamanan di wilayah Maluku.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat profesionalisme, menÂcerÂminkan komitmen Polri untuk terus berinovasi dalam pelayanan hukum yang presisi, transparan, dan berbasis teknologi.
Slogan kegiatan ini menegaskan arah kerja sama tersebut Forensik Kuat, Penegakan Hukum Hebat, Sinergi Puslabfor dan Polda MaluÂku Menuju Polri Presisi.(S-25)