SIWALIMA.id > Berita
Polda Maluku Bakal Miliki Laboratorium Forensik
Daerah | Jumat, 10 Oktober 2025 pukul 00:11 WIT

AMBON, Siwalimanews – Mabes Polri memastikan akan membangun labora­to­rium forensik (Labfor) di Polda Maluku. Laborato­rium ini akan menjadi labo­ratorium forensik kewilyaan di Indonesia timur.

Kepastian pembangu­nan itu, dibuktikan dengan kedatangan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Pus­labfor) Bareskrim Polri ke Polda Maluku dalam rangka pelaksanaan Mutual Check awal (MC-0) pembangunan Labfor Kewilayaan tersebut.

Tim yang dipimpin Ka­puslabfor Bareskrim Polri Brigjen Sudardjiko itu terdiri dari Kabid Kimbiofor Kombes Evi Dewi, Kabag Jemenmutu Kombes Harold Wilson Huwae, Analis Madya Bidang Labfor Kombes Djoko Julianto serta perwakilan vendor The Capitol Group Rudi Haryono.

Rombongan tim Puslabfor ini diterima oleh Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto didampingi Karo Log di ruang kerja kapolda, Rabu (8/10).

Dalam paparannya, Kapuslabfor Bareskrim Polri Brigjen Sudardjiko menjelaskan, pembangunan Labo­ratorium Forensik Kewilayahan di Maluku merupakan bagian dari rencana strategis Polri untuk mem­perkuat layanan ilmiah kepolisian di kawasan timur Indonesia, meliputi Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.

“Pembangunan ini akan men­jadi tonggak penting dalam pela­yanan forensik di wilayah timur. Fasilitas yang akan dibangun mencakup bidang pemeriksaan narkoba, dokumen, pencemaran lingkungan, hingga kebakaran,” jelas Brigjen Sudardjiko.

Laboratorium tersebut kata Brigjen Sudardjiko, rencananya dibangun di lahan milik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku di Kota Ambon, dengan target penyelesaian dalam waktu 18 bulan. Pembangunan ini juga akan menjadi bagian dari jaringan 13 laboratorium forensik kewilayahan Polri di seluruh Indonesia.

Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto pada kesempatan itu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Puslabfor Bareskrim Polri dalam merealisasikan pem­ba­ngunan laboratorium tersebut.

“Kami sangat menyambut baik rencana ini karena keberadaannya akan sangat membantu pelaksa­naan tugas-tugas penyidikan di wilayah Maluku,” ucap kapolda.

Ia menjelaskan, kondisi geogra­fis dan sosial Maluku yang kom­pleks menuntut dukungan labora­torium forensik modern untuk men­dukung penyidikan kasus-kasus berbasis bukti ilmiah, seperti penyalahgunaan bahan kimia berbahaya, kejahatan lingkungan, hingga pertambangan ilegal.

“Dengan fasilitas forensik yang memadai, kita tidak hanya mem­percepat proses penyelidikan, te­tapi juga meningkatkan akuntabi­litas dan kualitas hasil penyidikan. Ini penting untuk menjaga keper­cayaan publik terhadap kinerja kepolisian,” tandas kapolda.

Polda Maluku kata kapolda, akan terus memperkuat sinergi dengan Puslabfor Mabes Polri, baik dalam bidang teknis maupun pengem­bangan sumber daya manusia, agar layanan forensik di wilayah timur Indonesia semakin optimal dan berdaya saing nasional.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak juga membahas sejumlah poin strategis terkait penguatan sistem forensik kepolisian, pe­ning­katan kualitas penyelidikan ilmiah, serta dinamika keamanan di wilayah Maluku.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat profesionalisme, men­cer­minkan komitmen Polri untuk terus berinovasi dalam pelayanan hukum yang presisi, transparan, dan berbasis teknologi.

Slogan kegiatan ini menegaskan arah kerja sama tersebut Forensik Kuat, Penegakan Hukum Hebat, Sinergi Puslabfor dan Polda Malu­ku Menuju Polri Presisi.(S-25)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps