AMBON, Siwalimanews â Menyikapi situasi bangsa dan daerah yang belakangan ini diwarnai sejumlah peristiwa memprihatinkan, maka pimpinan umat beragama di Maluku, menyerukan pesan damai.
Pesan tersebut dibacakan Ketua Majelis Ulama Indonesia Maluku, Prof Abdullah Latuapo dalam pertemuan bersama di Kantor MPH Sinode Gereja Protestan Maluku, Sabtu (30/8).
Pertemuan ini dihadiri seluruh pimpinan tokoh agama, gubernur, anggota DPD dapil Maluku, Kapolda, Pangdam, Kabinda, serta perwakilan Kejati Maluku.
Prof Abdullah Latuapo menyebutkan, meski Indonesia baru saja merayakan kemerdekaan pada 17 Agustus 2025, namun bangsa ini masih dihantui peristiwa yang menyesakkan hati.
âAlam demokrasi Indonesia sedang dirundung duka, negeri kita Maluku pun mengalami hal serupa akibat ruang komunikasi yang hangat antar saudara, komunikasi antar pemerintah dan rakyat, seperti tersumbat. Kita tidak ingin ada lagi korban, apalagi kondisi-kondisi yang bisa mengoyakkan tenunan kebangsaan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,â ujar Latuapo.
Para pimpinan agama ini menyerukan, agar masyarakat menjaga komunikasi dalam semangat persaudaraan, menghindari salah paham, serta menyalurkan aspirasi dengan cara santun melalui dialog.
âJangan ada lagi masyarakat yang menjadi korban dari hawa nafsu, amarah yang tidak terkendali. Demokrasi ini mahal, dan kedaulatan adalah milik rakyat, maka layanilah masyarakat dengan sungguh-sungguh dan hati tulus ikhlas,â ucap Latuapo.
Para pimpinan umat beragama juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya AP, siswa SMK Negeri 3 Ambon serta Affan Kurniawan pengemudi Ojol di Jakarta dan mendoakan para korban yang mengalami luka-luka serta masyarakat Hunut Durian Patah yang rumahnya terbakar.
Selain itu, mereka juga minta aparat TNI/Polri mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga keamanan, serta menegakkan hukum dengan adil dan transparan.
âBiarlah keadilan mengalir seperti air dan kebenaran seperti ombak yang bergulung-gulung di samudera Indonesia, tanah pusaka,â tutur Latuapo.
Senada dengan Latuapo, Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Elifas Tomix Maspaitella menambahkan, pentingnya teladan dari para pemimpin agama dalam menjaga keutuhan bangsa.
âKita berharap tidak ada eskalasi yang meluas. Karena itu penting membangun ketahanan bersama, menjadikan Maluku pilar damai bagi bangsa dan negara Indonesia,â ujar Maspaitella.
Menurut Maspaitella, koordinasi akan terus dilakukan bersama pemda, aparat keamanan, senator dan legislatif untuk mendukung stabilitas dan pembangunan.
âKami ingin membingkai suasana damai ini dengan baik. Suatu waktu pasti kita dapat melakukan hal yang lebih besar lagi untuk kemajuan provinsi ini,â tandas Maspaitella.(S-25)