AMBON, Siwalima.id - Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, bersinergi bersama Dinas Perhubungan Kota Jayapura, dan Polresta Jayapura Kota, untuk melakukan pengecekan langsung penyaluran BBM bersubsidi di SPBU.
Langkah sinergi bersama pemda dan aparat penegak hukum ini patut diapresiasi, sebab kegiatan seperti ini bisa memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Pertamina Patra Niaga-pun tidak segan memberikan sanksi bagi SPBU, jika memang terbukti SPBU terlibat.
“Kami sambut baik bantuan Dinas Perhubungan dan Kepolisian yang mengecek langsung penyaluran BBM bersubsidi,” tulis Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Jumat (31/10)
Awan berharap, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan, sehingga BBM bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat dan pengguna yang berhak, serta tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat Dishub Kota Jayapura Yuliana Maniagasi menjelaskan, tim gabungan antara Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Dishub dan kepolisian melakukan sidak dengan tujuan untuk melihat, apakah penyaluran BBM bersubsidi jenis Solar sudah sesuai dengan data kendaraan yang melakukan pengisian.
"Kami temukan di lapangan, plat nomor ada yang tidak sesuai kendaraannya, dan ada juga ditemukan kendaraan modifikasi, ada muatan dan mengisi tong-tong dengan Solar subsidi. Untuk kendaraan yang tidak sesuai plat nomornya, untuk diurus barcodenya sehingga resmi, sesuai, dan berhak menerima Solar subsidi," jelas Yuliana.
Masih dalam rilis tersebut, Kepala Unit Turjawali Satlantas Polresta Kota Jayapura Ipda Gunther Wolfgang mengaku, dalam awal sidak, ditemukan setidaknya 4 kendaraan yang melanggar aturan yang ada. Mobil- mobil yang terbukti lakukan pelanggaran diamankan ke Polresta Jayapura untuk diperiksa lebih lanjut.
"Pelanggaran yang tercatat itu pertama ada kendaraan punya plat nomor berlebihan, ada satu truk tadi dengan 4 plat nomor. Pelanggaran selanjutnya, ada banyak jerigen di mobil boks atau ada tanki modifikasi serta drum yang dilas didalam kendaraan diduga untuk mengisi solar subsidi dengan jumlah banyak," beber Ipda Gunther.
Ba Satlantas Polresta Manokwari Aiptu Haryanto menjelaskan, Kegiatan sidak lintas sektoral serupa juga dilakukan di wilayah Manokwari bersama Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk memastikan pemantauan distribusi BBM subsidi.
Hasil sidaknya, serupa dengan di Jayapura, kebanyakan pelanggaran yang ditemukan dan ditindak terkait dengan plat nomor kendaraan ganda atau lebih, serta barcode yang tidak sesuai dengan data kendaraan.
"Ketika dilakukan pengecekan, ditemukan beberapa kendaraan diduga melakukan pelanggaran yang mirip, penggunaan plat nomor yang tidak sesuai dan jumlah plat nomernya banyak. Ini kami tindak langsung dengan mengamankan kendaraan," ujarnya.(S-27)