AMBON, Siwalima.id - Program Inovasi fase 3, bekerja sama dengan Universitas Pattimura Ambon, menggelar workshop berbagi pengalaman dan penggalian ide.
Workshop yang berlangsung di Ballroom V Hotel Santika Ambon, Senin (8/6) itu berlangsung dibawah sorotan tema Peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) bagi Pemerintah Daerah.
Kegiatan ini juga menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan untuk berbagi praktik baik, menggali gagasan inovatif, serta memperkuat kontribusi LPTK dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy saat membuka workshop itu, mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun pendidikan yang lebih maju, inklusif dan berdaya saing.
“Dengan semangat kolaborasi, mari bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia,” ajak rektor.
Ia juga mengibaratkan guru sebagai bibit unggul yang harus terus dibina dan diperkuat, agar mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
“Kita adalah penghasil bibit unggul, yaitu guru-guru unggul. Jika bibit yang baik tidak mendapatkan penguatan dan dukungan yang memadai, maka potensinya tidak akan berkembang secara optimal. Karena itu, guru harus terus diberikan ruang untuk bertumbuh, berinovasi, dan meningkatkan kapasitasnya,” ujar rektor.
Selain itu menurut rektor, penguatan tiga komponen utama dalam sistem pendidikan, yakni guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, sangatlah penting, lantaran sebagai tiga pilar utama pendidikan yang harus terus diperkuat.
“Tekad kita sama, yaitu menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas melalui kolaborasi, inovasi dan komitmen bersama,” tandas rektor.
Rektor berharap, melalui workshop ini, Program INOVASI menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor.
"Forum ini diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi dan langkah nyata untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di Maluku dan Indonesia,” harap rektor.
Sementara itu, Counsellor for Knowledge, Innovation and Humanitarian Affairs Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Hannah Derwent, mengapresiasi komitmen dan semangat kolaborasi yang terus dibangun oleh pemerintah, perguruan tinggi, dan para mitra pembangunan dalam memajukan sektor pendidikan di Indonesia.
“Kami bangga menjadi mitra Pemerintah Indonesia selama hampir 70 tahun. Harapan kami, kerja sama yang telah terjalin, khususnya di bidang pendidikan, dapat terus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” ujar Hannah.
Menurutnya, guru, LPTK dan pemerintah daerah merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan yang memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan lokal, sekaligus tantangan pembangunan SDM di masa depan.
Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikdasmen Ferry Maulana Putra mengatakan, kualitas SDM sangat ditentukan oleh kualitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.
“Kunci utama mewujudkan SDM yang unggul adalah guru. Karena itu, guru harus profesional dan juga sejahtera,” ucap Ferry.
Sementara itu, Dekan FKIP Unpatti, sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Izaak Wenno menjelaskan, workshop tersebut merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan Program INOVASI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Kami yakin, bahwa kegiatan ini bukan sekadar workshop, tetapi menjadi ruang kolaboratif untuk menggali ide, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam membangun pendidikan yang berkualitas melalui pendekatan berbasis mutu, tidak hanya untuk Maluku tetapi juga Indonesia,” ucap Wenno.
Kehadiran berbagai LPTK dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah menurutnya, menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar dan memperkuat jejaring kerja sama dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.(S-25)