SIWALIMA.id > Berita
Perayaan Hari Nyepi dan Idul Fitri Jadi Perekat Toleransi di Maluku
Online | Rabu, 18 Maret 2026 pukul 18:43 WIT

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyebut, perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 dan Idul Fitri 1447 Hijriyah yang berdekatan, menjadi perekat toleransi di Maluku.

Hal ini disampaikan gubernur, saat melepas Karnaval dan Pawai Ogoh - Ogoh Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 dengan tema Satu Bumi, Satu Keluarga, Katong Samua Bersaudara yang berlangsung di depan Gong Perdamaian Ambon, Rabu (18/3).

Gubernur mengaku, tahun 2026 merupakan tahun yang spesial dalam perayaan hari-hari besar keagamaan, dimana hari raya umat Hindu dan umat Muslim dilakukan secara berdekatan.

Kebersamaan ini, menjadi bagian penting dalam upaya membangun dan memperkuat toleransi dan moderasi beragama yang sementara terus didorong oleh pemerintah daerah.

“Kita saksikan antuasiasme masyarakat yang begitu banyak dari berbagai kalangan untuk datang menyaksikan pawai ogoh-ogoh yang dilakukan umat Hindu di kota Ambon dan ini sangat baik dalam upaya tetap menjaga semangat toleransi di Maluku,” ucap gubernur.

Sebagai kepala daerah di Maluku, gubernur melihat perayaan hari besar keagamaan secara berdekatan ini sebagai modal dan kekuatan kebersamaan dan bertujuan yang sama untuk mengendalikan diri, kedamaian kebersamaan menjaga hubungan dengan Tuhan sang pencipta sesama manusia dan alam semesta.

Apalagi sebagai daerah yang majemuk, tentu ini akan menjadikan modal besar dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik

“Saya kira ini menjadi sesuatu yang baik bagi masyarakat Maluku yang majemuk dan kita berharap semoga perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri dapat berlangsung secara aman dan damai dan dirayakan dengan penuh sukacita oleh umat Hindu dan umat Muslim,” harap gubernur.(S-20)

BERITA TERKAIT