AMBON, Siwalima.id - Ratusan penyandang disabilitas dan anak panti asuhan Santa Maria Yoseph dan Panti Asuhan Pitakola menerima berkah di awal tahun 2026.
Mereka diberikan 530 paket sembako dari Keluarga Besar DPD PDI Perjuangan Maluku yang menggelar perayaan Natal Bersama di kediaman Ketua DPD PDI-P Maluku.
Ketua DPD PDI Perjuangan, yang juga Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan wujud nyata dari nilai perjuangan partai yang selalu menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan politik praktis.
“Perayaan Natal dan HUT ke-53 PDI Perjuangan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen refleksi untuk memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan oleh rakyat kecil,” katanya kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Kamis (8/1),
PDI Perjuangan katanya, sejak awal berdiri tidak pernah memisahkan antara perjuangan politik dan kerja-kerja kemanusiaan.
Ia menegaskan, politik harus menjadi alat pembebasan, bukan alat penindasan.
“Politik bagi PDI Perjuangan adalah jalan pengabdian. Ketika rakyat kecil menangis, partai harus hadir. Ketika kaum marhaen membutuhkan uluran tangan, PDI Perjuangan tidak boleh berjarak,” tegasnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pengurus inti DPD PDI Perjuangan Maluku dari ketua, sekretaris, dan bendahara.
Bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian khusus, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial.
Benhur menambahkan, nilai-nilai Natal dan Pagelaran HUT ke -53 PDI Perjuangan yang bakal berlangsung tanggal 10 Januari nanti mengajarkan kasih, pengorbanan, dan solidaritas sejalan dengan ideologi Pancasila dan ajaran Bung Karno tentang keberpihakan kepada wong cilik.
“Natal dan juga HUT tentunya mengajarkan kita untuk berbagi, untuk hadir bagi sesama tanpa memandang latar belakang. Nilai inilah yang terus kami rawat dalam perjuangan PDI Perjuangan di Maluku,” katanya.
Ia juga menegaskan ke depan, DPD PDI Perjuangan Maluku akan terus mendorong program-program kerakyatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik melalui jalur politik maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan bahwa PDI Perjuangan tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi selalu bersama rakyat dalam setiap situasi. Ini adalah komitmen ideologis yang tidak bisa ditawar,” tandasnya.
Untuk diketahui, natal bersama PDI Perjuangan itu mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan subtema “Allah Menolong PDI Perjuangan Menang Pilpres dan Pemilu Legislatif serta Kepala Daerah 2029 dan 2031.”
Tema tersebut menegaskan keyakinan bahwa kehadiran Tuhan menjadi sumber kekuatan dan pengharapan bagi keluarga besar PDI Perjuangan dalam menjalankan peran perjuangan politik dan pengabdian kepada rakyat.(S-26)