AMBON, Siwalima.id - Percepatan penurunan stunting hingga literasi digital, akan menjadi fokus Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku selama tahun 2026 mendatang.
Komitmen ini disampaikan Ketua TP-PKK Maluku, Maya Baby Lewerissa, saat membuka Rapat Kerja Daerah X Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku tahun 2025 yang berlangsung di aula Lantai VII Kantor Gubernur, Rabu (10/12).
Maya Baby mengaku, rakerda TP-PKK bukan sekedar agenda rutin organisasi, namun merupakan forum penting untuk memperkuat arah gerakan TP-PKK di masa mendatang dalam mewujudkan Sapta Cipta menuju Indonesia emas 2045.
TP-PKK tetap berkomitmen, akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan keluarga.
“Jika pembangunan bangsa diibaratkan sebagai rumah besar bernama Indonesia, maka keluarga adalah fondasi utamanya, artinya keluarga yang sehat cerdas, berakhlak dan mandiri merupakan penopang kokoh bangunan bangsa, namun bila keluarga rapuh, maka rapuh pula ketahanan sosial masyarakat,” ucapnya.
Karena itu kata Maya Baby, pemberdayaan kesejahteraan keluarga memiliki peranan penting untuk memastikan fondasi pembangunan bangsa berdiri kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Untuk mendukung pembangunan bangsa dan daerah, ia menekankan pentingnya program TP-PKK diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga pemanfaatan teknologi yang bijak.
TP-PKK harus memastikan generasi muda Maluku tumbuh sebagai generasi unggul dan siap melanjutkan estafet pembangunan bangsa terlebih menjelang momentum besar menuju Indonesia emas 2045
"Rakerda TP-PKK Maluku tahun ini, bertujuan untuk mensinergikan seluruh gerakan dan langkah TP-PKK mulai dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan agar sejalan dan terkoneksi dengan kebijakan pembangunan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” jelasnya.
Rakerda ini kata Maya Baby, harus mampu merumuskan program kerja yang lebih terarah, terukur dan tepat sasaran, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Selain itu, menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat peran kelembagaan, tertib administrasi serta memastikan kader PKK memiliki kapasitas yang semakin profesional dan responsif terhadap perubahan.
Rakerda harus merumuskan program kerja yang lebih terarah, terukur dan tepat sasaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing
“Program percepatan penurunan stunting, memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga melalui program upaya peningkatan pendapatan keluarga, termasuk literasi digital menjadi perhatian penting agar keluarga mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara aman produktif serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Maluku,” tegasnya.
Lewerissa menegaskan, salah satu kunci utama pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya, yakni memperkuat ekonomi kelautan, maka PKK melalui kader-kader akan terus bergerak aktif guna memastikan pelayanan sosial masyarakat berjalan dengan baik dan berdampak terhadap ekonomi keluarga di Maluku.(S-20)