AMBON, Siwalimanews – Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Pieter Kakisina mengingatkan kepada seluruh civitas akademika terkait dengan penggunaan busana adat di lingkungan kampus.
âPenggunaan busana adat secara tertib dan sesuai nilai budaya di lingkungan kampus,â ujar Kakisina ketika membuka sosialisasi yang bertemakan âEtika Berbusana Adat Malukuâ, yang digelar DWP) Rektorat Universitas Pattimura di Aula Rektorat Lantai II, Kamis (7/8).
Dikatakan dengan pemahaman ini akan membuat penggunaan busana adat menjadi lebih tepat guna sesuai waktu dan tempat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja Bidang Sosial Budaya DWP untuk meningkatkan pemahaman anggota dalam melestarikan nilai-nilai budaya. Sementara itu Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum, Frengky Polnaya juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pemakaian busana adat yang tepat.
âSebagai perempuan Maluku, kita memiliki peran penting dalam menjaga marwah dan jati diri budaya kita, salah satunya melalui cara berpakaian,â ujarnya.
Ketua DWP Rektorat, Ny. Febe Polnaya, menambahkan etika berbusana adat mencerminkan rasa hormat terhadap tradisi dan nilai luhur yang diwariskan leluhur.
âSetiap busana adat memiliki makna dan konteks penggunaannya. Kami berharap penerapan etika ini tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam keseharian,â jelasnya.
Sosialisasi ini menghadirkan guru besar kajian gender Unpatti, Aphrodite Milana Sahusilawane yang memaparkan jenis-jenis busana adat Maluku seperti kebaya Maluku, kain salele, dan baju cele, termasuk filosofi motif, aksesori, serta etika penggunaannya.
Acara juga dihadiri pengurus dan anggota DWP, ASN, PPPK, serta tenaga PPNPN.
Melalui kegiatan ini, DWP berÂharap dapat menjadi teladan peÂlestarian budaya, khususnya dalam berbusana adat yang menÂÂcerminkan keindahan, keÂhorÂmatan, dan nilai-nilai leluhur. (S-25)