AMBON, Siwalima.id - Operasi Keselamatan dengan sandi Salawaku yang digelar untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas digelar.
Fokus operasi ini yakni pengendara lawan arus, pengendara di bawah umur yang tidak memiliki SIM, melebihi batas kecepatan, menggunakan telepon genggam saat berkendara.
kemudian pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm berstandar SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot bising.
Untuk pengendara mobil fokusnya mengemudi di bawah pengaruh alkohol, tidak menggunakan sabuk pengaman, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.
Operasi ini berlangsung mulai, Senin (2/2) hingga 15 Februari di seluruh wilayah hukum Polresta Ambon.
Wakapolresta Pulau Ambon dan Pp. Lease AKBP Nur Rahman mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk mengedepankan sinergitas, profesionalisme, serta pendekatan humanis. “Kita berharap kesadaran masyarakat akan patuh berlalu lintas dapat meningkat,” jelasnya saat memimpin apel di Mapolresta Ambon, Senin (2/2).
Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan Polri dan instansi terkait dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu-lintas (Kamseltibcarlantas).
“Melalui Operasi Keselamatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu-lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat,” pintanya.
Untuk diketahui, rangkaian kegiatan apel ditandai dengan penyematan pita tanda operasi sebagai simbol dimulainya Ops Keselamatan, dilanjutkan dengan amanat pimpinan apel.
Batara Pimpin Apel
Sementara itu, Wakapolres Kepulauan Aru, Kompol Djesy Batara, pimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan di lapangan upacara Mapolres Aru, Senin (2/2).
Dalam amanatnya, Wakapolres menekankan pentingnya Ops Keselamatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas guna mengurangi angka lakalantas. “Operasi ini dilaksanakan selama 14 hari sebagai upaya mengantisipasi kondisi meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara instansi terkait dalam pemetaan jalur mudik, jalur balik dan kawasan wisata, guna menjamin kelancaran arus lalu lintas serta kesiapan prasarana pendukung Operasi Ketupat.
“Operasi Keselamatan merupakan upaya kami untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu-lintas, serta mengurangi angka kecelakaan lalu-lintas,” ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya akan membangun disiplin dan kesadaran masyarakat melalui pendekatan preemtif dan preventif, serta didukung penegakan hukum yang selektif, proporsional dan humanis.
“Kepada personel yang terlibat dalam Ops Keselamatan untuk lakukan deteksi dini dan akurat lokasi rawan pelanggaran dan kemacetan,” pintanya.
Selain itu, perkuat sinergi dengan instansi terkait untuk pemetaan jalur mudik dan balik, intensifkan pembinaan dan penyuluhan masyarakat tentang berlalu lintas yang berkeselamatan. Selain itu, sosialisasikan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, optimalkan ramp check untuk memastikan kelayakan kendaraan dan pengemudi.(S-10/S-11)