SIWALIMA.id > Berita
Pengendara Bandel Bakal Ditindak
Daerah | Selasa, 3 Februari 2026 pukul 13:25 WIT

AMBON, Siwalima.id - Operasi Keselamatan dengan sandi Salawaku yang digelar untuk mencip­takan keamanan, kesela­matan, keterti­ban dan kelancaran lalu-lintas digelar.

Fokus operasi ini yakni pengen­dara lawan arus, pengendara di bawah umur yang tidak memiliki SIM, melebihi batas kecepatan, me­nggunakan telepon geng­gam saat berkendara.

kemudian pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm berstandar SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot bising.

Untuk pengendara mobil fokus­nya mengemudi di bawah pengaruh alkohol, tidak menggunakan sabuk pengaman, Tanda Nomor Ken­daraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan.

Operasi ini berlangsung mulai, Senin (2/2) hingga 15 Februari di seluruh wilayah hukum Polresta Ambon.

Wakapolresta Pulau Ambon dan Pp. Lease AKBP Nur Rahman meng­ingatkan kepada seluruh jajaran untuk menge­depankan sinergitas, profesionalisme, serta pendekatan humanis.  “Kita berharap kesadaran masya­ra­kat akan patuh berlalu lintas dapat meningkat,” jelasnya saat memimpin apel di Mapolresta Ambon, Senin (2/2).

Menurutnya, kegiatan ini dilak­sanakan sebagai bentuk kesiapan Polri dan ins­tansi terkait dalam menciptakan keama­nan, keselama­tan, ketertiban, dan kelan­caran lalu-lintas (Kamseltibcar­lantas).

“Melalui Operasi Keselamatan diha­rapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masya­rakat dalam ber­lalu-lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat,” pintanya. 

Untuk diketahui, rangkaian kegia­tan apel ditandai dengan penyema­tan pita tanda operasi sebagai sim­bol dimulai­nya Ops Keselamatan, dilanjutkan dengan amanat pimpi­nan apel. 

Batara Pimpin Apel 

Sementara itu, Wakapolres Kepulau­an Aru, Kompol Djesy Batara, pimpin apel ge­lar pasukan Operasi Kesela­ma­tan di la­pa­ngan upacara Mapolres Aru, Senin (2/2). 

Dalam amanatnya, Wakapolres me­ne­­kan­kan pentingnya Ops Kese­la­matan un­tuk meningkatkan kesa­daran masyarakat dalam berlalu­lin­tas guna mengurangi angka lakalantas. “Operasi ini dilaksa­na­kan selama 14 hari sebagai upaya meng­anti­sipasi kondisi meningkatnya akti­vitas dan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya si­nergi antara instansi terkait dalam pemetaan jalur mudik, jalur balik dan kawasan wisata, guna menjamin kelan­caran arus lalu lintas serta kesiapan prasarana pendukung Operasi Ketupat.

“Operasi Keselamatan merupakan upaya kami untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu-lintas, serta mengu­rangi angka kecelakaan lalu-lintas,” ungkapnya. 

Dikatakan, pihaknya akan mem­bangun disiplin dan kesadaran masya­rakat me­lalui pendekatan preemtif dan preventif, serta didukung penegakan hukum yang selektif, proporsional dan humanis.

“Kepada personel yang terlibat dalam Ops Keselamatan untuk laku­kan deteksi dini dan akurat lokasi rawan pelang­garan dan kemacetan,” pintanya.

Selain itu, perkuat sinergi dengan ins­tansi terkait untuk pemetaan jalur mudik dan balik, intensifkan pem­binaan dan pe­nyuluhan masyarakat ten­tang berlalu lin­tas yang berke­selamatan. Selain itu, sosia­lisasikan pembatasan operasional kenda­raan angkutan barang, optimal­kan ramp check untuk memastikan kelayakan ken­daraan dan pengemudi.(S-10/S-11) 

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps