AMBON, Siwalimanews – Puluhan pendeta Gereja Protestan Maluku mendapat pelatihan pengelolaan keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merupakan rangkaian peringatan HUT ke-90 GPM.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Maluku itu diselenggarakan berkat kerjasama dengan pihak GPM.
Sebanyak 70 pendeta yang hadir berasal dari berbagai klasis di Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
âMereka dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sederhana serta cara melindungi jemaat dari praktik keuangan tanpa izin dan penawaran investasi ilegal, kata Kepala OJK Maluku, Andi Muhammad Yusuf, dalam rilisnya, Selasa (9/9).
Ia menjelaskan peran strategis pendeta dalam membimbing jemaat agar lebih bijak mengelola keuangan. Pendeta berperan penting membantu jemaat terhindar dari aktivitas keuangan yang merugikan.
Dikesempatan itu, ia juga mengajak para pendeta bergabung dalam program OJK yakni PengÂgerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, serta memanfaatkan layanan Indonesia Anti-Scam Center.
Layanan terpadu yang dibentuk OJK bersama Satgas PASTI ini menerima laporan dan mempercepat penanganan penipuan di sektor jasa keuangan.
âSaya ingatkan jemaat agar selalu berpegang pada prinsip legal dan logis dalam berinvestasi, produk harus berizin resmi OJK (legal) dan menawarkan imbal hasil wajar (logis),â terangnya.
Menurut data OJK, tingkat literasi keuangan Indonesia pada 2025 mencapai 66,46 persen, meningkat dibandingkan 65,43 persen pada 2024.
Peningkatan ini menunjukkan komitmen OJK memperluas pemahaman keuangan, termasuk melalui jalur komunitas keagamaan.
Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode GPM, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella, menyambut baik kerja sama ini.
âKolaborasi OJK Maluku dan Sinode GPM sangat bermanfaat bagi jemaat untuk memahami pengelolaan keuangan sekaligus mencegah keterlibatan dalam aktivitas keuangan ilegal. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut secara konsisten,â katanya.
Kegiatan ToT menghadirkan narasumber dari OJK, Sinode GPM, serta pelaku usaha jasa keuangan. Materi diberikan secara praktis, mulai dari pengelolaan keuangan keluarga, mengenali ciri penawaran investasi ilegal, hingga perlindungan konsumen sektor jasa keuangan.
Melalui pelatihan ini, OJK Maluku dan GPM berharap para pendeta dapat menjadi penggerak literasi keuangan di jemaat masing-masing, sehingga masyarakat Maluku semakin cerdas finansial, waspada dan mandiri secara ekonomi. (S-25)