AMBON, Siwalima.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku mengaku, penanganan sejumlah fasilitas pendukung di SMA Siwalima masih terkendala anggaran.
Padahal, kondisi SMA Siwalima saat ini membutuhkan penanganan, khususnya pada beberapa aspek, seperti asrama, mobiler ruang belajar, kapasitas ruang makan yang belum memadai hingga penyediaan air bersih bagi para siswa yang menetap di lingkungan sekolah.
Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Sarlota Singerin kepada wartawan di Kantor Gubernur, Rabu (17/6).
Bahkan Singerin tak menyangkal, jika kondisi SMA Siwalima saat ini memang seperti apa yang ditemukan Komisi IV DPRD Provinsi Maluku saat melakukan kunjungan kerja beberapa waktu lalu.
Akibat keterbatasan fasilitas pendukung di sekolah itu, menyebabkan pihaknya harus mengambil kebijakan mengurangi kuota siswa dari sebelumnya yang berjumlah 200 siswa menjadi 150 siswa saja.
Disisi lain, beberapa unit asrama yang sebelumnya telah dibangun pada tahun 2024 juga tidak mempu mengcover kebutuhan di sekolah, karena keterbatasan fasilitas pendukung seperti moubiler.
“Memang begitu kondisi SMA Siwalima, Dinas Pendidikan tidak pernah menutup mata tapi ini persolan anggaran yang minim,” ucap Singerin.
Menurutnya, Dinas Pendidikan setiap tahunnya terus berupaya mendorong penanganan fasilitas pendukung di SMA Siwalima, namun terkendala dengan anggaran yang tersedia di Pemerintah Provinsi Maluku.
Kebijakan pemotongan TKD yang dilakukan pemerintah pusat, telah berdampak sejumlah program dan kegiatan pada Dinas Pendidikan Maluku yang mestinya dilakukan, termasuk pembenahan sejumlah infrastruktur pendukung pendidikan.
Jika fiskal daerah memungkinkan untuk dilakukan penanganan, tentu Dinas Pendidikan telah melakukan perbaikan sejumlah fasilitas pendukung tahun ini, karena hal itu merupakan kebutuhan penting.
"Mudah-mudahan kondisi fiskal baik dan ada pergeseran anggaran jadi kita bisa lakukan penanganan terhadap sejumlah fasilitas pendukung tersebut,” ucap Singerin.
Kendati begitu, Singerin belum dapat memastikan, apakah penanganan sekolah SMA Siwalima dapat dilakukan di tahun ini atau tahun 2027, karena harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
"Tahun depan juga tergantung fiskal, kita merencanakan tapi kalau fiskal daerah tidak memungkinkan yah tidak mungkin jalan juga, jadi kita harus bersabar,” tutur Singerin.(S-20)