AMBON, Siwalima.id - PT Pelindo sebagai operator pelabuhan diminta untuk segara memperbaiki sarana dan prasaran penunjang arus mudik Natal di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Langkah tegas ini diambil, Gubernur Maluku, Hendirk Lewerissa, sebagai bentuk respon cepat atas temuan Komisi III DPRD Maluku, terkait kondisi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang minim toilet dan tenda ruang tunggu sebagai penunjang arus mudik.
“Kesiapan sarana dan prasarana penunjang arus mudik di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, sepenuhnya menjadi kewenangan PT Pelindo sebagai operator pelabuhan,” tegas gubernur saat Cofee Morning bersama media di Lantai VII Kantor Gubernur, Rabu (17/12).
Gubernur mengaku, tidak menduga kejadian seperti ini terjadi dan merugikan para penumpang, karena tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal.
Apalagi, sejak awal Pemerintahan Provinsi Maluku telah meminta operator pelabuhan agar memperhatikan secara baik setiap fasilitas pendukung kelancaran arus mudik Nataru.
“Saya juga kaget dengan pelayanan seperti ini, sebab mestinya PT Pelindo menyiapkan kamar mandi berjalan. Apa susahnya. Saya sudah minta Pelindo agar segera perbaiki. Enak saja di daerah lain Pelindo melayani dengan baik, masa di Maluku tidak,” kesal gubernur.
Pelindo kata gubernur, sudah mengetahui, setiap arus mudik baik Lebaran maupun Nataru terjadi penumpukan penumpang yang memenuhi ruang pelabuhan, termasuk di Pelabuhan Yos Sudarso, sehingga Pelindo harus menyiapkan kamar mandi portabel bagi pemudik.
Tak hanya itu, Pelindo mestinya menyiapkan tenda tambahan untuk menampung para pemudik, apalagi terminal tunggu di pelabuhan saat ini sementara direhabilitasi.
“Pengadaan saja itu kan bukan uang pribadi tapi uang perusahaan, jadi lakukan apa yang seharusnya diperlukan untuk memberikan pelayanan terbaik seperti arahan presiden,” cetus gubernur.
Gubernur menegaskan, sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, dirinya telah memerintahkan pihak PT Pelindo, agar sore ini juga dilakukan perbaikan terhadap fasilitas pendukung di pelabuhan.
“Saya sudah telepon GM Pelindo untuk segera perbaiki fasilitas yang kurang dan sore ini sudah harus dilakukan,” tegas gubernur.
Komisi III DPRD
Pelayanan bagi penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat mudik Natal dan Tahun Baru sangat mengecewakan masyarakat.
DPRD Maluku bahkan menilai PT Pelindo Regional 4, tidak siap mengelola Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ketika mudik, karena terjadi penumpukan penumpang dan fasilitas pelabuhan yang tidak memadai dan kesiapan lainya tidak memenuhi standar.
“Kebutuhan dasar seperti toilet, tempat mandi, tenda penampungan, hingga pos pengaduan seharusnya sudah disiapkan sejak awal. Fakta di lapangan menunjukkan kesiapan tersebut belum maksimal,” kesal Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo usi melakukan peninjauan ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Selasa (16/12).
Ia menyebut kalau DPRD menerima laporan yang bagus dalam hal ini kesiapan pelabuhan menyambut mudik Natal dan Tahun Baru.
“Laporan ke kami seolah-olah semua sudah siap, tapi kenyataannya di lapangan tidak seperti itu. Tanggal 16 belum siap apa-apa, padahal puncak arus Natal dimulai 17 Desember. Ini yang membuat kami kecewa,” tegasnya.
Selain itu dalam sidak komisi III menemukan keterbatasan toilet padahal penumpang cukup banyak, tidak adanya tempat berteduh, hingga praktik calo tiket yang berkeliaran.
“Hal-hal sederhana seperti toilet, tempat mandi, tenda, ini seharusnya sudah dipikirkan dari awal. Untung ini bukan musim hujan. Bayangkan kalau hujan, kondisinya akan lebih parah,” ungkapnya.
Untuk itu ia meminta agar agar pos pengamanan Natal diaktifkan, sehingga masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara langsung dan cepat ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Maluku, M. Malawat yang ikut dalam sidak membenarkan kalau di pelabuhan yos sudarso kekurangan banyak fasilitas penunjang bagi penumpang.
Kita akan segera melakukan koordinasi lintas instansi untuk mengatasi persoalan tersebut. Tempatnya sempit, toilet terbatas. Ini akan segera kami koordinasikan, termasuk penambahan tenda dan penyediaan toilet portable,” janjinya.
Terkait dengan persoalan penumpang yang menginap di pelabuhan bukan hanya terjadi saat Natal dan Tahun Baru, melainkan masalah lama yang telah berulang setiap tahun.
Menurutnya, juga sudah menjadi catatan dalam desain pengembangan pelabuhan ke depan.
“Penumpang memilih tinggal di pelabuhan karena tidak punya cukup biaya atau ditolak penginapan akibat barang bawaan yang banyak. Ini sudah lama kami sampaikan ke pengelola pelabuhan dan akan diperhitungkan dalam desain pelabuhan yang baru,” jelasnya.
Ia mengaku akan berkoordinasi dengan dinas PU, PT Pelindo, BNPB, serta aparat terkait untuk penambahan tenda, toilet mobil, dan pengamanan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Setelah ini kami akan langsung berkoordinasi untuk me-nyiapkan fasilitas tambahan, terutama di Pelabuhan Yos Sudarso,” ujarnya. (S-20)