AMBON, Siwalimanews – Maluku saat ini masih diperhadapkan dengan persoalan rumah tidak layak huni yang cukup banyak dan membutuhkan solusi dari pemerintah daerah.
Untuk itu, Pemprov Mauku saat ini sementara menyiapkan program bedah rumah di tahun 2026 mendatang, bagi keluarga kurang mampu.
Rencana program bedah rumah ini, disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Senin (15/9).
Gubenrur mengaku, Maluku saat ini akan mendapatkan jatah 2.000 rumah dari program rumah bersubsidi dari Kementerian Perumahan Rakyat dan dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan MoU, namun bantuan rumah subsidi tersebut akan didistribusikan secara merata ke 11 kabupaten/kota kecuali untuk Maluku Tengah akan mendapatkan jatah sedikit banyak.
“Kami tidak berdiam diri dengan persoalan perumahan rakyat di Maluku yang banyak masih tidak layak huni, makanya kedepan kita akan siapkan program bedah rumah,” jelas gubernur .
Gubernur mengaku, telah memerintahkan Kepala BPKAD untuk mendesain postur APBD secara baik, agar ada pos pembiayaan bagi program bedah rumah yang direncanakan sebanyak 200 unit.
Terkait dengan biaya bedah rumah per unit, gubernur mengaku, dalam perencanaan program bedah rumah, akan diberikan biaya Rp35 juta/unit.
“Saya sudah minta BPKAD menghitung APBD kita, agar ada postur anggaran untuk mendukung program tersebut. Minimal 200 unit rumah dapat kita bantu,” beber gubernur.(S-20)