SIWALIMA.id > Berita
Pemprov Maluku Belum memiliki Lab Uji Mutu Pertanian
Ekonomi | Selasa, 3 Maret 2026 pukul 11:03 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walaupun memiliki hasil pertanian yang ber­limpah, namun uji mutu masih dilakukan di Sura­baya menjadi salah satu kendala ekspor lang­sung dari Maluku.

Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda me­ngaku potensi produksi komoditas pala sam­pai dengan akhir tahun 2025 rata-rata 6 ribu ton dengan daerah penghasil utama berasal dari Ban­da, Kabupaten Maluku Tengah.

"Pala asal Banda merupakan salah satu pe­nyum­bang ekspor komoditas untuk pala asal Ma­luku, tapi semuanya diekspor dari luar Ma­luku, ini kelemahan kita," jelasnya kepada war­tawan di Ambon, Senin (2/3).

Ia menyebut ekspor pala asal Maluku dilaku­kan dari Kota Surabaya dan berdampak pada pencatatan ekspor sebagai komoditas Surabaya bukan Maluku, padahal pala berasal dari Maluku.

Kendala utama yang dihadapi pemerintah sambungnya, terletak pada laboratorium pengujian mutu produk yang tidak dimiliki sehingga uji mutu harus dilakukan di Surabaya.

"Selama ini ekspor pala memang masih cukup rendah karena kebanyakan pala Maluku diantaranya pulaukan ke Surabaya baru diekspor. Dari sana karena kita masih terkendala dengan beberapa administrasi yang sifatnya teknis seperti pengujian mutu yang harus kita lakukan dilakukan di Surabaya," terangnya.

Tauda mengaku kondisi ini tentu menjadi dilema bagi pemerintah sebab berapapun banyaknya komoditi pala yang diekspor jika pengujian mutu dilakukan buka di Maluku, tentu akan tidak akan tercatat menjadi komoditas unggulan.

“Kedepannya pengujian mutu harus di­lakukan dari Maluku sehingga ada keun­tungan yang nantinya diperoleh pemerintah dari nilai ekspor pala Maluku.(S-20)

BERITA TERKAIT