AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian menggelar sosialisasi literasi digital di SMP Negeri 6 Ambon.
Kadis Kominfo Kota Ambon Ronald Lekransy saat membuka sosialisasi itu menegaskan, literasi digital merupakan bagian dari komitmen besar Pemkot dalam mewujudkan visi Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
Inklusivitas berarti seluruh masyarakat memiliki hak yang sama, untuk mengakses layanan dan fasilitas negara tanpa memandang latar belakang sosial maupun kemampuan akademik.
“Ambon yang inklusif itu tidak memandang status sosial, tidak memandang pintar atau tidak pintar. Semua orang punya hak yang sama untuk menggunakan fasilitas negara secara merata,” tandas Lekransy.
Selain itu, kata Lekransy, literasi juga memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kemampuan membaca, menulis dan berhitung.
Literasi, adalah kemampuan individu untuk menganalisis dan mengkaji persoalan secara kritis serta menemukan solusi yang tepat.
“Literasi itu kemampuan individu untuk menganalisa dan mengkaji masalah secara cerdas. Yang paling penting bukan hanya membaca, menulis, dan menghitung, tetapi bagaimana kita mampu memecahkan masalah,” jelas Lekransy.
Menurutnya, di era digital saat ini, kemampuan berpikir kritis menjadi kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, termasuk hoaks dan konten negatif di media sosial.
Ia juga mengingatkan, pentingnya penggunaan perangkat digital, khususnya smartphone, secara bijak dan bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk mendukung pengembangan diri, bukan sebaliknya.
“Kita berharap literasi digital ini bisa membantu membangun ekosistem di kota ini yang sehat terhadap pemanfaatan digital,” tandas Lekransy.
Pemerintah Kota Ambon kata Lekransy, berkomitmen untuk terus mendorong kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, sekaligus memanfaatkannya untuk meningkatkan keterampilan dan potensi diri.
“Literasi digital hari ini adalah komitmen Pemkot untuk membangun ekosistem digital yang sehat di Kota Ambon. Kami berharap teknologi informasi ini benar-benar digunakan adik-adik untuk meningkatkan keterampilan dan potensi diri,” cetus Lekransy.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Ambon berharap, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab dalam ruang digital.(Mg-1)