SIWALIMA.id > Berita
Pemkot Bantu Ringankan Beban Warga Korban Bencana
Daerah | Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 01:22 WIT

AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kota Ambon menyerahkan bantuan stimulan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana baik itu banjir maupun kebakaran.

Bantuan ini diberikan kepada delapan perwakilan korban kebaka­ran di Gang Banjo Batu Merah dan 5 perwakilan warga yang terdampak longsor.

Dana stimulan senilai Rp 15 juta per kepala keluarga diserkan Wali­kota Ambon Bodewin Wattimena saat apel pagi di Balai Kota, Senin (6/10).

Walikota mengaku bantuan yang diberikan merupakan kewajiban pemerintah untuk memastikan warga yang terkena dampak bencana alam maupun bencana non alam terta­ngani dengan baik.

“Ini juga sekaligus menjawab berbagai tanggapan yang disampai­kan oleh publik terkait penanganan bencana kebakaran dan yang ter­kena dampak bencana longsor ketika musim penghujan,” ungkap Walikota.

Ia berharap bantuan yang diberi­kan dapat dimanfaatkan dengan baik. Paling tidak hal ini bisa mem­bantu masyarakat atau meringankan beban masyarakat.

“Kita berharap bantuan ini bisa dimaksimalkan dengan baik yah paling tidak ada upaya untuk memba­ngun rumah dan lain-lain,” harapnya.

Mantan Sekretaris DPRD Maluku ini menambahkan dengan diserah­kannya bantuan, maka seluruh warga yang terkena dampak bencana alam maupun bencana non alam di Kota Ambon sudah tertangani.

Ini Penjelasan Pemkot

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Ambon menjelaskan warga perlu memahami perbedaan jenis bencana yang terjadi di Desa Hunuth dan Batu Merah.

Hal ini mesti diketahui warga kota sehingga tidak menimbulkan pemiki­ran atau tudingan yang mengatakan adanya ketimpangan kebijakan, pasca kebakaran di Desa Hunuth dan Gang Banjo, Batu Merah.

“Yang pertama adalah perbedaan jenis bencana dimana kebakaran rumah di Desa Hunuth adalah bencana sosial yang diakibatkan tawuran pelajar pada 19 Agustus 2025, sedangkan di Negeri Batu Merah adalah bencana kebakaran pemukiman atau bencana non alam yang terjadi pada 20 Agustus, sehingga penanganannya berbeda,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Pelak­sana BPBD Ambon Frits Tatipika­lawan dalam rilis yang diterima Siwalima, Kamis (18/9).

Ia mengaku, untuk peristiwa keba­karan di Desa Hunuth, Pemkot Ambon telah memfasilitasi upaya pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terbakar, tercatat ada 17 unit rumah terbakar habis dan 9 unit rusak, selain itu 1 unit balai desa, 1 unit bengkel dan 1 unit kios terbakar.

Untuk kejadian di Hunuth diben­tuk tim namanya Banmas Kebakaran Hunuth. Langkah ini diambil wali­kota karena ada perorangan dan pe­rusahaan yang bersimpati memberi­kan donasi kepada warga disana.

“Kemudian untuk pengerjaan pembangunan kembali rumah mere­ka yang terbakar, diserahkan ke pihak TNI melakui program TM­MD,” jelanya.

Sementara untuk bencana keba­karan pemukiman di Gang Banjo, Batu Merah, menurutnya Pemkot Ambon memang tidak membangun kembali rumah yang terbakar, tetapi memberikan bantuan stimulan pembangunan rumah.

“Bantuan stimulan yang diberikan sebesar Rp 15 juta untuk setiap rumah yang terbakar, anggaranya diambon dari belanja tak terduga APBD Pemkot Ambon,” tandasnya.

Terpisah Sekretaris Dinas Sosial Kota Ambon Imelda Tahalela mengaku dana stimulan ini diberikan sebesar Rp 15 juta per rumah kepada warga Batu Merah siap dikucurkan saat SK nama-nama penerima ditandatangani waikota.

“Kita tunggu SK ditandatangani oleh pak walikota, selanjutnya kita akan buat permintaan di BPKAD un­tuk kemudian dicairkan bagi pene­rima yang tercatat di SK tersebut. kemungkinan akan direalisasikan di bulan ini juga,” bebernya. (S-29)

BERITA TERKAIT