DOBO, Siwalima.id - Wiky Theny pemilik KM Mina Maritim 153 yang diduga melakukan praktek ilegal oil dan diamankan Satreskrim Polres Aru mengaku, dirinya membeli minyak jenis solar dari masyarakat yang dibeking anggota TNI AD, TNI AL dan anggota Polair di kawasan Pomako Timika.
Setelah membeli BBM, kapalnya ini langsung menuju Kota Dobo yang berujung diamankan pihak Satreskrim Polres Aru.
“BBM tersebut saya beli dari masyarakat yang di becking anggota TNI AD, AL dan Polair di kawasan Pomako Timika, dan itu semua masyarakat tahu,” beber Theny dalam keterangan pers di kediamannya di Dusun Marbali, Desa Wangel, Kamis (9/4) malam
Selain itu, Theny juga mengakui kalau kapal miliknya KM Mina Maritim 153, merupakan kapal yang di beli dari salah satu kelompok nelayan di Aru.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Aru, Iptu Holmes Batubara yang dikonfirmasi terkait dnegan pengakuan pemilik kapal ini, menegaskan, saat ini pihaknya fokus pada penanganan kasus ilegal oilnya.
Namun, bukan berarti status kapal yang merupakan kapal bantuan Kementerian Perikanan kepada kelompok nelayan di diamkan.
"Kita akan pelajari apakah kapal yang merupakan bantuan Kementerian Perikanan dan Kelautan ini bisa di perjual belikan atau tidak, jika memang tidak, maka itu akan diproses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku juga,” tandas kasat.
Karena kasus ini mendapat atensi dari Bareskrim Polri kata kasat, maka pihaknya memfokuskan penanganan pada ilegal oil.
Sementara untuk alur mendapatkan minyak saat dari Pomako Timika, itu pun akan ditelusuri, karena disitu pemilik kapal ada menyinggung nama institusi.
“Kita tidak ingin terjadi benturan antara institusi kita dengan lainnya, sehingga kami akan telusuri dan berkoordinasi secara baik,” janji kasat. (S-11)