SIWALIMA.id > Berita
Pelaku Usaha Didorong Siap Hadapi Proyek Blok Masela
Daerah | Jumat, 12 Juni 2026 pukul 14:16 WIT

AMBON, Siwalima.id - Direktur PT Maluku Energi Abadi, MAS Latuconsina, mengingatkan pelaku usaha segera meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal dalam pembangunan proyek strategis Blok Masela.

Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti diskusi Blok Masela kerjasama Unpatti-Inpex Masela.Ltd yang membahas hasil kajian akademik terkait kesiapan rantai pasok dan vendor lokal di salah satu hotel di Ambon, Kamis (11/6).

Kajian tersebut menurut Latu­consina menunjukkan kapasitas dunia usaha lokal masih jauh dari standar yang dibutuhkan untuk terlibat dalam proyek berskala besar.

“Secara faktual, kita masih jauh dari standar yang diinginkan. Ini realita, tetapi juga kabar baik karena kita masih punya waktu untuk menyiapkan diri,” katanya.

Latuconsina juga menilai, selama ini pelaku usaha di Maluku masih sangat bergantung pada proyek pemerintah yang bersumber dari APBN dan APBD.

Kondisi efisiensi anggaran bela­kangan ini disebut berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi daerah.

Ia juga menyoroti dalam sejumlah proyek, termasuk yang melibatkan perusahaan nasional dan BUMN, pelaku usaha lokal masih minim ter­libat sebagai penyedia jasa maupun vendor.

“Berdasarkan temuan kajian yang dipaparkan, sebagian besar pelaku usaha lokal di Maluku disebut masih berada dalam kondisi terbatas, dengan modal usaha rata-rata di bawah Rp1 miliar,” ujarnya.

Eks wakil walikota Ambon ini menjelaskan bebagai BUMD yang mendapat mandat pengelolaan participating interest (PI) 10 persen pada sejumlah blok migas, PT Maluku Energi Abadi menyatakan siap berperan sebagai lokal integrator.

Peran ini mencakup penguatan data, pendampingan, dan pengorga­nisasian vendor lokal agar mampu memenuhi standar industri migas, sehingga dapat masuk dalam rantai pasok proyek Blok Masela.

Ia juga menyinggung potensi nilai kandungan dalam negeri (TKDN) yang disebut dapat mencapai sekitar 26,6 persen dari total investasi pro­yek, atau setara sekitar Rp 90 triliun.

Menurutnya, jika potensi tersebut dapat diserap maksimal oleh tenaga kerja dan pelaku usaha lokal, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian Maluku dalam jangka panjang.

“Kalau ini kita kawal selama pu­luhan tahun masa proyek berjalan, manfaat ekonominya akan luar biasa bagi daerah,” katanya.

Rencana forum lanjutan Kadin Maluku berencana melanjutkan diskusi rutin bulanan dengan melibatkan akademisi dari Universitas Pattimura, asosiasi pengusaha, serta pemerintah daerah.

Forum tersebut akan membahas kesiapan sumber daya manusia, standar industri, hingga peluang ke­mitraan dengan perusahaan nasio­nal dalam proyek strategis tersebut.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat pengembangan energi nasional di masa depan,” harapnya. (S-25)

BERITA TERKAIT