SIWALIMA.id > Berita
Pedagang Ngadu, Gubernur Janji Panggil Pelni
Daerah | Kamis, 30 Oktober 2025 pukul 14:10 WIT

Pedagang Ngadu, Gubernur Janji Panggil Pelni

AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku Hen­drik Lewerissa berjanji akan memanggil PT Pelni Ca­bang Ambon terkait de­ngan polemik larangan pe­dagang asongan berjualan diatas kapal.

Pemanggilan dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari aspirasi puluhan pedagang asongan yang mengeluhkan, selama tiga bulan terakhir tidak lagi diizinkan berjualan diatas kapal.

Gubernur mengaku sa­ngat memahami perasaan para pedagang asongan yang hilang mata penca­harian karena adanya larangan berjualan diatas kapal tersebut.

Menurutnya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, dirinya akan melakukan langkah-langkah dalam batas kewenangan Guber­nur. Artinya pengelolaan pelabuhan itu berada di Pelni maka harus dikoordinasikan.

“Terkait aktivitas berjualan dalam kapal ini lain ceritanya makanya saya harus bicara dengan Pelni se­bagian operator pelabuhan. Tentu saya akan menyampaikan dam­paknya atau akibat dari kebijakan tersebut kepada Pelni,” ujar gubernur kepada pedagang di ruang rapat Lantai 2, Rabu (29/10).

Mantan anggota DPR ini men­jelaskan, berdasarkan UU Cipta Kerja maka setiap pengelola fasi­litas umum termasuk pelabuhan dan bandara wajib menyediakan lahan dengan luas 30 persen dari jumlah keseluruhan luasan untuk aktibitas usaha UMKM.

Namun aturan tersebut hanya berlaku di darat bukan diatas kapal atau pesawat sehingga harus dibicarakan dengan operator pelabuhan.

“Saya sudah minta Pelni untuk datang menghadap saya guna mencari solusi terhadap perso­a­lan ini, tapi saya tidak bisa meng­intervensi pihak Pelni karena itu wilayah mereka,” tegas Gubernur.

Gubernur menambahkan, mu­ngkin salah satu solusi yang dapat diambil dengan menambahkan fasilitas jualan bagi pedagang, sehingga ada tempat bagi pe­dagang untuk berjualan tetapi yang pastinya pedagang tidak boleh kehilangan mata pencaharian. (S-20)

BERITA TERKAIT