AMBON, Siwaimanews – Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Maluku Malut dr Yanita Novalina Ursula mengaku, jumlah dokter spesialis paru di Mauku dan Maluku Utara masih sangat terbatas dan terkonsentrasi di kota besar.
Dari total dokter paru yang ada juga, sebagian besar berada di Kota Ambon, sementara di daerah lain seperti Masohi, Dobo, Tual, dan Namlea hanya terdapat masing-masing satu dokter. Untuk itu, pemerataan layanan kesehatan paru di Maluku dan Maluku Utara sangatlah penting.
âKondisi geografis membuat layanan spesialis paru belum merata. Untuk itu harapannya, setelah kepengurusan baru ini, koordinasi dan jejaring bisa lebih kuat, termasuk dengan Dinas Kesehatan di kabupaten/kota, sehingga masyarakat yang mengalami masalah kesehatan paru dapat lebih cepat dilayani,â ujar Ursula usai dilantik sebagai Ketua PDPI Maluku malut di salah satu hotel di Kota Ambon, Sabtu (4/10).
Menurutnya, kegiatan PDPI ini, bukan hanya sebatas pelantikan organisasi, tetapi juga forum ilmiah untuk memperbarui pengetahuan dokter mengenai penyakit saluran pernapasan, termasuk terapi-terapi terbaru.
Untuk itu sangat diharapkan, semakin banyak dokter umum dan dokter muda di Maluku dan Maluku Utara yang ikut serta dalam pembaruan ilmu tersebut. Pasalnya, masih tinggi kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia, termasuk di Maluku.
âSaya akan dorong adanya upaya kaderisasi dari daerah agar kelak muncul dokter-dokter spesialis paru putra daerah yang bersedia kembali mengabdi di wilayah asalnya,â janji Ursula.
Ditempat yang sama, Sekretaris PDPI Cabang Maluku-Maluku Utara dr Rina Angriany menambahkan, PDPI aktif menjangkau masyarakat lewat kegiatan bakti sosial, salah satunya dilakukan di Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, meski akses menuju lokasi cukup sulit.
âSetiap kegiatan baksos, selalu diusahakan ada perwakilan dokter paru. Harapannya, selain menjangkau masyarakat, juga bisa menjadi sarana pembaruan ilmu bagi dokter umum di daerah, agar tahu kapan pasien bisa ditangani sendiri dan kapan harus segera dirujuk,â kata Rina.
Untuk itu, dengan dilantiknya pengurus baru, PDPI Maluku dan Maluku Utara bertekad memperkuat peran edukasi, jejaring, serta pelayanan kesehatan paru di seluruh kabupaten/kota, agar masyarakat mendapatkan akses layanan yang lebih merata dan berkualitas.(S-25)