SIWALIMA.id > Berita
Noach Sukses Turunkan Jumlah Penduduk Miskin di MBD
Daerah | Kamis, 2 April 2026 pukul 13:12 WIT

TIAKUR, Siwalima.id - Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach memastikan pemerintah dibawa kepemimpinannya bersama Wakil Agustinus Kilikily berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin.

Jumlah Penduduk tahun 2024 sebanyak 27,96 persen dan tahun 2025 menjadi 27,65 persen atau menurun 0,31 persen.

“Walau belum signifikan, kita tetap lakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah efisiensi anggaran,” tegas noach dalam rapat paripurna DPRD dalam rangka penyampaian pidato pengantar terhadap LKPJ Tahun 2025, Jumat (27/3).

Dikatakan dalam menjalankan tugas dan fungsi, pemda tetap mengacu pada indikator kinerja makro yang didukung oleh seluruh perangkat daerah.

Berbagai upaya pencapaian indikator kinerja tersebut yang telah dijalankan dan dicapai pada tahun 2025. Antara lain laju pertumbuhan ekonomi MBD tahun 2025 sebesar 3,45 persen.

Perlambatan ini dipengaruhi oleh kontraksi lapangan usaha industri pengolahan sebesar mines 2,45 persen dipengaruhi oleh menurunnya aktivitas PT Batutua.

Selain industri pengolahan lapangan, usaha lainnya yang menghambat adalah lapangan usaha konstruksi, lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, lapangan usaha jasa perusahaan serta lapangan usaha administrasi pemerintahan.

Sedangkan untuk Indeks Pembangunan Manusia dari 67,68 poin pada tahun 2024 alami kenaikan 0,98 poin pada 2025 menjadi 68,66 poin.

Pembangunan selain di bidang ekonomi, pihaknya juga melakukan di bidang pendidikan dan kesehatan.

Usia harapan hidup masyarakat MBD lanjutnya menjadi 70,11 persen tahun pada tahun 2025, rata-rata lama sekolah menjadi 9,39 persen tahun 2025 dan harapan lama sekolah menjadi 12,94 persen di tahun 2025.

“Tingkat pengangguran terbuka dari 2,36 persen pada tahun 2024 menjadi 2,69 persen dan tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen,” terangnya.

Ia menyebut kenaikan tingkat pengangguran terbuka ini menjadi indikator lemahnya penyerapan tenaga kerja oleh sektor usaha serta pertumbuhan ekonomi.(S-28)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps