AMBON, Siwalima.id - Musda X DPD II Partai Golkar Kota Ambon yang digelar di Manise Hotel, Kamis (30/4), mendadak dihentikan saat memasuki tahapan pleno.
Keputusan skors tanpa penjelasan jelas itu, memicu kemarahan kader hingga berujung aksi mendatangi Kantor DPD I Golkar Maluku di kawasan Karang Panjang, Kamis (30/4).
Pantauan Siwalima.id, jalannya musda sebelumnya berlangsung tertib dan sesuai mekanisme tanpa adanya gesekan maupun dinamika berarti. Namun situasi berubah drastis, setelah Ketua Harian DPD I Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy tiba-tiba menskors forum musda.
Ridwan menyebut, penghentian dilakukan atas perintah Ketua Umum Partai Golkar. Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan memilih menghindari wartawan.
Keputusan mendadak itu langsung menyulut reaksi keras dari para kader. Mereka mempertanyakan dasar skors yang dinilai janggal, terlebih lagi musda sementara berjalan normal dan memasuki tahap krusial.
Tidak puas dengan situasi tersebut, puluhan kader dari berbagai tingkatan, mulai dari kecamatan hingga organisasi sayap, meninggalkan lokasi dan bergerak menuju Kantor DPD I Golkar Maluku untuk menyampaikan protes.
Aksi yang awalnya direncanakan sebagai demonstrasi itu berubah menjadi forum diskusi setelah massa diterima Sekretaris DPD I, Anos Yeremias.
Dalam forum tersebut, Sekretaris Golkar Kecamatan Nusaniwe, Edwin Manusiwa, secara tegas mempertanyakan alasan penghentian musda. Ia bahkan menduga, ada skenario tertentu dibalik keputusan tersebut.
"Musda awalnya berjalan mulus, tiba-tiba dihentikan dengan alasan perintah DPP. Ini terkesan seperti sudah diatur. Sebenarnya ada apa ini?,” tanya Ediwin.
Hal serupa disampaikan Ketua Golkar Kecamatan Teluk Ambon, Yongki Siwalette. Ia menilai seluruh proses telah sesuai aturan dan tidak ada alasan mendasar untuk menghentikan forum.
“Musda sudah masuk tahap paripurna dan akan lanjut, tapi dihentikan tanpa penjelasan. Kita juga tidak tahu apakah perintah itu resmi atau tidak,” ujarnya.
Menanggapi desakan para kader, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yeremias, minta waktu untuk melakukan koordinasi secara internal, sebab keputusan tidak bisa diambil sepihak tanpa arahan Ketua DPD I, Umar Lessy yang saat ini berada di Jakarta.
"Beta minta waktu untuk koordinasi dengan bidang kepartaian dan Ketua DPD, yang selanjutnya akan berkomunikasi dengan Ketua Umum,” ucap Anos.
Anos juga menghimbau kader untuk menahan diri, sembari menunggu hasil koordinasi, namun ua sempat menyinggung soal dokumen check list yang belum diterima, namun hal itu langsung dibantah Ketua AMPG Kota Ambon, Henky Hiskia, yang menyatakan dokumen tersebut telah diserahkan sebelum musda.
Setelah mendapat penjelasan, massa akhirnya membubarkan diri. Namun mereka memberi ultimatum akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih besar jika tidak ada kejelasan terkait kelanjutan musda.(S-10)