AMBON, Siwalima.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menegaskan, tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan, hanya karena keterbatasan ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Mendiktisaintek dalam sambutannya yang dibacakan Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy, saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 yang berlangsung upacara di lapangan kampus tersebut, Sabtu (2/5).
Upacara tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Kampus (PEKSIMIKA) Unpatti yang diikuti oleh civitas akademika dan mahasiswa sebagai bagian dari perayaan pendidikan dan kreativitas di lingkungan kampus.
Mendiktisaintek menjelaskan, peringatan Hardiknas ke-78 menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan harapan bagi masa depan Indonesia. Pendidikan disebut sebagai jantung peradaban, tempat pembentukan karakter, sekaligus penentu arah masa depan bangsa.
“Transformasi itu bertumpu pada tiga kekuatan besar. Pertama, perluasan akses secara inklusif. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, maupun keterbatasan sosial,” tulis Mendiktisaintek.
Melalui berbagai program seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah, beasiswa afirmasi pendidikan tinggi, bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta beasiswa profesi dan dokter kata Mendiktisaintek, pemerintah berupaya memastikan kesempatan belajar terbuka bagi seluruh masyarakat.
Selain akses pendidikan, kolaborasi dan riset yang berdampak juga sangat penting. Dimana perguruan tinggi didorong untuk tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga pengembangan teknologi strategis seperti semi konduktor dan kecerdasan artifisial.
Ia juga menegaskan, cita-cita besar Indonesia untuk menjadi bangsa pencipta ilmu pengetahuan, termasuk mendorong lahirnya ilmuwan kelas dunia dan peraih Nobel dari Indonesia.
Tema Hardiknas tahun ini, Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, disebut sejalan dengan visi pembangunan nasional yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui peringatan ini, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pendidikan yang adil, inklusif, dan berdampak bagi semua.(S-25)