BULA, Siwalimanews – Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur yang dipimpin Fachri Husni Alkatiri-Muhamat Miftah Thoha Rumarey Wattimena ternyata kesulitan mendapatkan air bersih.
Padahal visi besar bupati dan wakil bupati yakni terwujudnya masyarakat SBT yang sehat, cerdas, sejahtera dan berbudi luhur.
Setiap pergantian kepemimpinan, masyarakat selalu saja susah untuk mendapatkan air bersih sebagai kebutuhan dasar utama.
Kepala Dinas PUPR SBT Ramli SiÂbualamo yang dikonfirmasi SiwaÂlima di ruang kerjanya, Selasa (7/10) membenarkan hal tersebut.
Ia mengaku, ketika kemarau tiba, situasi lebih sulit ketimbang musim penghujan.
âJadi solusinya akan dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPÂAM) Kota Bula dan sudah dibuat deÂtail desain yang anggaranya suÂdah dialokasikan tahun 2025,â kaÂtanya.
Proyek ini sendiri juga sudah dalam proses lelang untuk membuat desainnya dimana ada 13 kriteria yang menjadi persyaratan pembaÂngunan SPAM) tersebut.
Sedangkan untuk sumber air juga sudah dilakukan survei di Osil, Jembatan Basah dan Nama Timur.
Dari tiga itu, baru kita mendapatÂkan satu sumber air yang menjadi puÂsat pembangunan SPAM Kota Bula.
âItu yang menjadi fokus kita di dinas PUPR, mudah-mudahan kedeÂpan itu masyarakat bisa dapat meÂnikmati air bersih tersebut,â jelasnya.
Bula Langganan Banjir
Selain masalah air bersih, Kadis PUPR Seram Bagian Timur juga mengaku kalau daerahnya menjadi langganan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Guna mengatasi masalah itu, piÂhaknya berencana membangun kolom retensi untuk menampung sementara volume air hujan saat terjadi curah huÂjan tinggi, kemudian mengalirÂkannya kembali secara perlahan ke badan sungai atau laut setelah debit air normal. âKita dorong pembanguÂnan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Maluku,â katanya kepada Siwalima di ruang kerjanya, Selasa (7/10).
Ia mengaku sudah 20 tahun lebih areal Kota Bula khususnya pertoÂkoan dan pemukiman masyarakat selalu terendam banjir.
Sementara itu untuk membangun kolom retensi pihaknya juga masih terkendala soal lahan.
“Upaya itu katong sudah lakukan bersama- sama dengan kepala desa Wailola. Insya Allah akan berjalan untuk pembangunan kolam retensi syaratnya itu harus pembebasan lahan oleh pemda,â jelasnya.
Pembangunan kolam retensi juga diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat. (S-27)