SIWALIMA.id > Berita
Masyarakat Bula Kesulitan Air Bersih
Daerah | Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 22:54 WIT

BULA, Siwalimanews – Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur yang dipimpin Fachri Husni Alkatiri-Muhamat Miftah Thoha Rumarey Wattimena ternyata kesulitan mendapatkan air bersih.

Padahal visi besar bupati dan wakil bupati yakni terwujudnya masyarakat SBT yang sehat, cerdas, sejahtera dan berbudi luhur.

Setiap pergantian kepemimpinan, masyarakat selalu saja susah untuk mendapatkan air bersih sebagai kebutuhan dasar utama.

Kepala Dinas PUPR SBT Ramli Si­bualamo yang dikonfirmasi Siwa­lima di ruang kerjanya, Selasa (7/10) membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku, ketika kemarau tiba, situasi lebih sulit ketimbang musim penghujan.

“Jadi solusinya akan dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SP­AM) Kota Bula dan sudah dibuat de­tail desain yang anggaranya su­dah dialokasikan tahun 2025,” ka­tanya.

Proyek ini sendiri juga sudah dalam proses lelang untuk membuat desainnya dimana ada 13 kriteria yang menjadi persyaratan pemba­ngunan SPAM) tersebut.

Sedangkan untuk sumber air juga sudah dilakukan survei di Osil, Jembatan Basah dan Nama Timur.

Dari tiga itu, baru kita mendapat­kan satu sumber air yang menjadi pu­sat pembangunan SPAM Kota Bula.

“Itu yang menjadi fokus kita di dinas PUPR, mudah-mudahan kede­pan itu masyarakat bisa dapat me­nikmati air bersih tersebut,” jelasnya.

Bula Langganan Banjir

Selain masalah air bersih, Kadis PUPR Seram Bagian Timur juga mengaku kalau daerahnya menjadi langganan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Guna mengatasi masalah itu, pi­haknya berencana membangun kolom retensi untuk menampung sementara volume air hujan saat terjadi curah hu­jan tinggi, kemudian mengalir­kannya kembali secara perlahan ke badan sungai atau laut setelah debit air normal. “Kita dorong pembangu­nan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Maluku,” katanya kepada Siwalima di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Ia mengaku sudah 20 tahun lebih areal Kota Bula khususnya perto­koan dan pemukiman masyarakat selalu terendam banjir.

Sementara itu untuk membangun kolom retensi pihaknya juga masih terkendala soal lahan.

“Upaya itu katong sudah lakukan bersama- sama dengan kepala desa Wailola. Insya Allah akan berjalan untuk pembangunan kolam retensi syaratnya itu harus pembebasan lahan oleh pemda,” jelasnya.

Pembangunan kolam retensi juga diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat. (S-27)

BERITA TERKAIT