AMBON, Siwalima.id - Masyarakat Batak atau Pardomuan Batak diminta agar menjadi pelopor kerukunan di Provinsi Maluku.
Hal ini diungkapkan Gubernur Maluku, Hendrik Lerwrissa, saat menghadiri perayaan Natal Keluarga Besar Persekutuan Masyarakat Batak Provinsi Maluku yang berlangsung di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Minggu (7/12).
Gubernur mengungkapkan perayaan Natal Kristus setiap tahun mestinya menjadi momentum penting untuk mempererat relasi di Maluku yang beragam suku, adat, dan budaya.
Natal kata dia, tidak boleh dimaknai sebagai ritual keagamaan yang dirayakan setiap tahun, namun harus menjadi momentum untuk merefleksikan diri dan menerapkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
“Allah tidak jauh, melainkan hadir di tengah-tengah tantangan dan realitas kehidupan keluarga sehari-hari maka natal harus menjadi momen untuk kembali mempererat relasi yang baik antara anggota keluarga dengan Allah,” ucap HL.
Pemerintah Provinsi Maluku kata dia, senantiasa berupaya untuk menjaga keberagaman umat beragama. kelompok dan organisasi masyarakat, termasuk keluarga besar pardomuan batak sebagai mitra strategis dalam membangun peradaban di bumi rempah-rempah ini.
Peran aktif komunitas Pardomuan Batak sangat diperlukan dalam mendukung program Pemerintah Daerah khususnya dalam memelihara semangat hidup orang basudara dengan meneladani sifat-sifat baik seperti kerja keras, kesetiaan dan ketaatan.
“Saya minta keluarga besar Pardomuan Batak di Maluku untuk terus menjadi pelopor kerukunan dengan terus membangun sinergi dengan elemen masyarakat di Maluku,” katanya.
Pardomuan Batak di Maluku harus menjadi agen perdamaian dan saling bergandengan tangan dalam menata kehidupan dan pembangunan daerah ini.
HL memastikan pihaknya berkomitmen untuk menjaga keragaman di Maluku serta dukungan penuh terhadap upaya komunitas Pardomuan Batak dalam menjaga persatuan dan berkontribusi aktif dalam pembangunan.
“Mari kita buktikan nyata bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah dapat bersinergi untuk menciptakan masyarakat yang damai, adil dan sejahtera par Maluku pung bae,” tandasnya.(S-20)