AMBON, Siwalima.id - Kendati program Makan Bergizi Gratis telah berjalan selama satu tahun pasca diluncurkan Presiden Prabowo Januari 2025 lalu, namun Provinsi Maluku masih alami kekurangan ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Wilayah Maluku-Malut, Rosita mengungkapkan, sampai dengan saat ini untuk Maluku baru terbangun 81 SPPG dari target 191 SPPG untuk mengcover penerimaan manfaat MBG.
“Kalau dilihat dari jumlah SPPG yang beroperasi, memang masih diluar dari target yang seharusnya 191 SPPG, namun sampai saat ini baru 81 yang beroperasi. Beberapa memang sementara dalam persiapan,” ucap Rosita kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Selasa (10/2).
81 SPPG tersebut kata Rosita, tersebar di 11 kabupaten/kota yakni, Kota Ambon 26 SPPG, Kota Tual 4 SPPG, Kabupaten Malra 4 SPPG, Kabupaten Bursel 3 SPPG, Kabupaten Buru 2 SPPG, Kabupaten MBD 2 SPPG, Kabupaten Tanimbar 2 SPPG, Kabupaten Aru 1 SPPG, Kabupaten SBT 4 SPPG, Kabupaten SBB 11 SPPG dan Kabupaten Malteng 22 SPPG.
Penetapan jumlah 191 SPPG untuk provinsi Maluku tersebut, dilakukan berdasarkan data geospasial yang menyesuaikan dengan target penerimaan manfaat MBG di Maluku yang ditetapkan Badan Gizi Nasional mencapai 556.556 orang.
“Kekurangan tersebut, yang menyebabkan masih banyak penerima manfaat yang belum mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah ini,” ujar Rosita.
Satu SPPG kata Rosita, hanya dapat melayani penerima manfaat maksimal 4 ribu orang. Jika jumlahnya sudah melebihi target, maka akan ditangani oleh SPPG yang lain.
“Untuk data penerima manfaat MBG di Maluku masih kita rekap jadi belum bisa kita sampaikan data terbaru,” tutur Rosita.
Terkait dengan kekurangan SPPG, Rosita mengaku, terdapat sejumlah SPPG yang sementara dalam proses persiapan, namun bagi pelaku usaha yang ingin membangun SPPG tentu hal tersebut baik dan langsung berproses dengan Badan Gizi Nasional mulai dari pendaftaran, verifikasi sampai pada tahapan penetapan untuk menjadi mitra BGN.
“Bagi penerima manfaat yang hingga kini belum terlayani tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi BGN di daerah untuk membangun SPPG sebanyak 191 unit termasuk di wilayah 3T,” ucap Rosita.(S-20)