AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku memastikan, stok sejumlah bahan pangan hingga pertengahan Februari 2026 mengalami surplus.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Faradila Atamimi kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Rabu (11/2) menjelaskan, pemerintah provinsi dibawah kepemimpinan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa terus berupaya untuk memastikan kebutuhan bahan pangan tetap tersedia.
"Sampai dengan Februari ini sejumlah bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di Maluku tersedia, bahkan jumlah melebihi kebutuhan konsumen atau surplus," ucap Faradila.
Faradila merincikan, kebutuhan beras dalam negeri tersedia 67.000 ton, sementara kebutuhan konsumsi 23.500 ton atau surplus 43.500 ton, minyak goreng tersedia 2.800 ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 1.600 ton.
Selanjutnya, bawang merah tersedia 722.45 ton dengan kebutuhan konsumsi 494.91 ton atau surplus sebesar 227.64 to, cabai tersedia 578.76 ton dengan kebutuhan konsumsi 472.29 ton atau surplus 106.47 ton dan daging ayam tersedia 1.9 ton dengan kebutuhan konsumsi 1.2 ton atau surplus 900 ton.
"Untuk daging sapi tersia 1.1 ton dengan kebutuhan konsumsi 0.5 ton atau surplus 600 ton, telur tersedia 2.8 ton dengan kebutuhan konsumsi 1.2 ton atau surplus 1.6 ton sedangkan bawang putih tersedia 635.44 ton dengan kebutuhan konsumsi 469.85 ton atau surplus 165.69 ton," beber Faradila.
Menurutnya, ketersediaan bahan pangan ini, sebagai bentuk komitmen pemprov dalam memberikan kepastian kepada masyarakat, agar tidak perlu panik menjelang Ramadhan, idul fitri maupun paskah yang akan berlangsung beberapa pekan mendatang.
Walaupun ketersediaan bahan pangan mengalami surplus namun bukan berarti pemprov lengah dan tidak melakukan pengawasan, sebaliknya pengawasan terus dilakukan Dinas Ketahanan pangan ke pasar.
Apalagi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa telah memerintahkan agar OPD terkait dapat menjamin memastikan tidak ada kelangkaan bahan pangan baik di pasar tradisional maupun gerai modern.
"Kami minta masyarakat untuk berbelanja dengan bijak karena seluruh stok bahan pangan tersedia dan akan terus diawasi," tegas Atamimi.(S-20)