SIWALIMA.id > Berita
Lewat Semarak Budaya, Bupati Ajak Pererat Persaudaraan
Daerah | Senin, 29 September 2025 pukul 23:39 WIT

MASOHI, Siwalimanews – Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir berharap semarak budaya yang diselenggarakan dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi dan rasa persatuan serta persaudaraan diantara kita.

“Ini juga menjadi sarana memba­ngun sinergi dalam mensukses­kan berbagai program pembangu­nan nasional dan daerah,” kata bupati dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli, Zahlul Ihsan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Masohi, Jumat (26/9).

Pemkab Malteng juga membe­rikan apresiasi atas terselengga­ranya kegiatan ini dan mengajak masyarakat bersyukur karena dianugerahi tanah yang kaya akan harmoni budaya dan tradisi, nilai-nilai adat istiadat dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

”Ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas buda­ya dan membangun pema­haman bersama dan kesadaran kolektif terkait kekayaan, kebera­gaman nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kearifan lokal, yang sejatinya meru­pakan modal sosial pembangunan,” jelasnya.

Bupati dalam dialognya berha­rap kegiatan ini dapat menggali seluruh potensi atas nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kearifan lokal yang ada di bumi Pamahanu-Nusa.

“Saya harap dengan kehadiran anggota Komisi X DPR Mercy Barends, bisa mendongkrak keka­yaan budaya dan tradisi yang ada di kabupaten Maluku Tengah agar dikenal sampai kancah Nasional,” ujar bupati.

Kepada seluruh peserta, bupati juga berharap agar dapat meman­faatkan kesempatan ini untuk ber­-bagi pemahaman, gagasan dan pandangan tentang berbagai aspek budaya lokal serta meng­iden­tifikasi tantangan dan peluang pelestarian­nya. ”Kita pastikan wari­-san budaya ini dapat terus dinik­-ma­ti oleh ge­nerasi mendatang,” pesannya.

Sementara itu anggota DPR Mercy Chriesty Barends mengaku pentingnya menempatkan nilai Pela Gandong dan hidup orang basudara bukan hanya sebagai simbol budaya.

“Maluku ini dikenal sebagai negeri raja-raja, negeri kaya adat istiadat. Tetapi faktanya, Maluku masih berada dalam daftar pro­vinsi termiskin di Indonesia. Perta­nyaannya, apa yang salah dengan kita?” tanyanya.

Ia menyebut, meski Maluku me­miliki sumber daya manusia yang cerdas serta budaya hidup orang basudara yang kental, namun ke­nyataannya belum mampu men­do­ngkrak kesejahteraan masyarakat.

“Kalau praktik Pela Gandong dan hidup orang basudara betul-betul kuat, seharusnya bisa menjadi modal sosial yang mendorong kita keluar dari kemiskinan. Tapi kalau hari ini kita masih miskin, berarti ada yang salah dalam implementasi­nya,” kritiknya.

Ia juga menyoroti tingginya angka konflik di Maluku Tengah yang tercatat sebagai kabupaten de­ngan kasus konflik antar desa terbanyak di Maluku.

“Seharusnya Pela Gandong menjadi jembatan perdamaian, tapi faktanya konflik terus berulang. Ini berarti nilai-nilai budaya belum dihidupi secara benar,” ujarnya.(S-17)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps