SIWALIMA.id > Berita
Lawalata Pimpin Rakor Penurunan Stunting di Malteng
Daerah | Kamis, 22 Januari 2026 pukul 12:24 WIT

MASOHI, Siwalima.id - Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata memimpin rapat Tim Percepatan Pencegahan dan Penu­runan Stunting (TP3S) digelar di Kantor Bupati, Rabu (21/1).

Rakor tersebut menjadi langkah awal strategis dalam mengawali pelaksanaan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026.

“Keberhasilan program percepa­tan penurunan stunting sangat ber­gantung pada keakuratan data dan sinergi seluruh OPD pengampu,” ungkapnya dalam sambutan.

Menurutnya, tanpa data valid, intervensi berisiko tidak tepat sasaran dan hanya menjadi angka diatas kertas.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan serta kerja sama seluruh OPD dan ASN sebagai modal utama dalam mewujudkan komitmen pemerintahan demi menghadirkan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas bagi generasi Malteng

Forum ini lanjutnya diharapkan menjadi penentu arah kebijakan dan pelaksanaan intervensi stunting agar berjalan secara terukur, presisi, dan berdampak langsung bagi mas­yarakat.

“Fokus utama rapat diarahkan pada upaya sinkronisasi data lintas instansi, memastikan keakuratan data hingga ke tingkat desa, serta menjamin alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran sesuai kebutu­han kelompok rentan,” katanya.

Dalam rapat tersebut ditegaskan sasaran prioritas TP3S terbagi dalam tiga kelompok utama, yakni calon pengantin melalui edukasi pra-nikah dan pemeriksaan kesehatan dasar, ibu hamil dan menyusui melalui penguatan asupan gizi serta pemantauan rutin.

Selanjutnya balita usia 0–59 bulan dengan penekanan pada pemenu­han kebutuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Strategi penanganan stunting tahun ini juga menekankan peman­faatan digitalisasi pemantauan me­lalui aplikasi ePPGM dan web monitoring, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Pendekatan berbasis keluarga menjadi kunci, dengan mengopti­malkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk melakukan pendampingan langsung dari rumah ke rumah,” harapnya.

Selain itu, ketahanan pangan lokal turut dimaksimalkan melalui pe­manfaatan bahan pangan lokal berkualitas untuk program PMT.

“Program penanganan stunting juga diintegrasikan dengan pe­ningkatan akses air bersih dan sanitasi, khususnya di wilayah dengan prevalensi stunting terti­nggi,” tutupnya. (S-17)

BERITA TERKAIT