KOMISI III DPRD Maluku memastikan akan memanggil Dinas Perhubungan serta mitra terkait guna membahas lonjakan mudik jelang Natal dan tahun baru (Nataru) nanti.
“Saat ini kami masih fokus pembahasan APBD 2026 karena ambang batas nanti di tanggal 30 November nanti. Namun kita pastikan juga untuk memanggil Dinas Perhubungan dan Mitra terkait untuk rapat bersama membahas lonjakan pemudik jelang nataru nanti ,” ujar Ketua Komisi III, Alhidayat Wajo kepada Siwalima, Senin (24/11).
Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon memastikan akan menambah satu pelabuhan untuk mendukung kelancaran arus penumpang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pasalnya Penambahan fasilitas ini dilakukan karena prediksi jumlah penumpang naik 15 persen, mencapai 83.293 orang, dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 72.429 penumpang.
KABID Lalu Lintas Laut KSOP Ambon, Iyan Ashari njelaskan, empat pelabuhan yang difungsikan pada periode angkutan laut Nataru tahun ini adalah Pelabuhan Yos Sudarso, Pelabuhan Slamet Riyadi, Pelabuhan Gudang Arang, serta Dermaga Penyeberangan Feri Galala sebagai unit tambahan.
“Menghadapi kegiatan Nataru 2025–2026, kita dari KSOP menyiapkan empat dermaga, sebelumnya tiga sekarang empat. Salah satunya pertama Yos Sudarso, kedua Slamet Riyadi, ketiga Gudang Arang, keempat yang Galala. Nanti berdasarkan surat keputusan Dirjen itu dimulai dari 18 Desember sampai 8 Januari 2026,” jelas Ashari di ruang kerjanya, Senin (24/11).
Selain infrastruktur pelabuhan, KSOP Ambon juga menyiapkan 35 unit kapal yang terdiri dari kapal Pelni, kapal perintis, dan kapal feri. Seluruh kapal tersebut telah melalui uji kelayakan untuk memastikan standar keselamatan selama beroperasi.
“Kami pastikan setiap kapal yang beroperasi sudah memenuhi standar keselamatan. Pemeriksaan teknis dilakukan lebih awal agar tidak ada kendala saat puncak arus penumpang,” ujarnya.
Ashari mengungkapkan, lonjakan penumpang sudah diantisipasi sejak awal November melalui koordinasi intensif dengan operator kapal serta pihak pelabuhan.
“Penambahan dermaga ini bukan hanya untuk mengurai kepadatan, tetapi juga mempercepat proses bongkar muat agar tidak terjadi penumpukan,” tambahnya.
Ia menegaskan, KSOP turut menggandeng operator kapal, instansi pelabuhan dan otoritas keamanan untuk memperketat pengawasan barang bawaan, memperlancar pembelian tiket, serta memastikan proses embarkasi dan debarkasi berjalan aman.
“Pengawasan barang bawaan akan diperketat. Kami tidak ingin ada pelanggaran yang dapat mengganggu kelancaran maupun keamanan selama masa Nataru,” kata Ashari. (S-26)