SIWALIMA.id > Berita
Keuskupan Amboina Jadikan Sidang Sinode Wadah Evaluasi
Daerah | Selasa, 10 September 2019 pukul 14:33 WIT

Ambon – Gubernur Maluku, Murad Ismail me­nga­takan, Sidang Sidone III Keuskupan Amboina harus dijadikan wadah evaluasi diri dan mewujudkan gereja yang mandiri. Gubernur akui bangsa Indonesia sedang mengalami krisis moral yang ber­dampak secara langsung pada tata kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

“Jadi saya minta bapak uskup, pastor, frater, suster dan struktur pe­layanan Gereja Katolik diharapkan dapat memberikan pembinaan moral dan etika kepada seluruh umat Katolik,” tegas gubernur dalam sam­butan yang dibacakan Wakil Gu­bernur Maluku Barnabas Orno ketika membuka Sidang Sinode III Keuskupan Amboina yang ber­tem­pat di Wisma Gonzalo Veloso, Kopertis Ambon, Senin (9/9).

Dikatakan Pemerintah Provinsi Maluku memiliki kepedulian yang besar terhadap peningkatan kese­jah­teraan masyarakat termasuk umat Katolik di Maluku. Sejalan dengan tema Sidang Sinode ke III Keuskupan Amboina yakni Gereja Katolik Keuskupan Amboina Mem­baharui dan Memungkinkan Diri Dalam Pelayanannya di Maluku dan Maluku Utara Demi Perwujudan Diri Sebagai Gereja Mandiri’, menurut Gubernur, tentu memiliki nilai stra­tegis dalam menunjang pembinaan teologi umat Katolik di Maluku.

“Saya berharap agar Sidang Si­node  dapat berjalan dengan baik serta menjadi wada evaluasi pela­yanan pastoral dan mewujudkan gereja yang mandiri di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, “ tegas gubernur.

Sementara itu Uskup Diosis Amboina, Mgr. Petrus Canisius Man­dagi,M.S.C, mengatakan kehadiran wakil gubernur di sidang sinode ini menunjukan bahwa umat Katolik tidak berjalan sendiri.

“Kami mempunyai pemerintah dan kami tidak ditingglkan berjalan sendiri,” kata Mandagi.

Selain itu juga kehadiran tokoh-tokoh agama juga menunjukan umat Katolik dan agama lain berjalan beriri­ngan dalam membangun ke­uma­tan di Maluku. “Ini menunjukan kerukunan umat beragama di Ma­luku terpelihara dengan baik,” ujar Mandagi.

Diakui setiap sidang sinode me­rupakan cara yang ampuh untuk membuat gereja menjadi gereja yang sejati dan sinode juga merupakan cara gereja yang sejati yang diwar­nai dengan persaudaraan.

“Jangan berbicara persaudaraan kalau tidak pernah berbuat,” tegas Mandagi.

Olehnya dengan sidang ini tam­bah Mandagi, gereja ingin melihat kembali apa yang sudah dilakukan gereja selama ini sehingga dirinya berharap pelaksanana sidang sino­de berlang­sung dengan tertib dan aman.

“Saja berharap sidang dibuka tepat waktu dan berakhir juga tepat waktu dan dilaksanakan dengan aman dan tertib,” tegasnya.

Turut dihadiri pada acara pem­bukaan Sidang Sinode III Keusku­pan Amboina, Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumowa, Kajati Maluku, Triyono Haryono, Rektor Universitas Pattimura, Prof M. J Sapteno, Ketua MUI Maluku, Abdullah La­tuapo, Ketua Pengurus Harian PHDI Provinsi Maluku, I Nyoman Suka­dana, Ketua Perwakilan Umat Budha (Walubi) Provinsi Maluku, Wilhel­mus Jauwerissa, Ketua Sinode GPM, Pendeta Ates Werinussa dan tamu undangan lainnya. (S-39)


Tags :

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps