AMBON, Siwalima.id - Letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, memicu operasi kemanusiaan besar-besaran.
Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, memerintahkan Pangdam XV Pattimura, Mayjen Doddy Triwinarto, mengerahkan kekuatan penuh membantu pencarian dan evakuasi para pendaki yang terdampak erupsi.
Perintah tersebut langsung ditindaklanjuti Pangdam XV Pattimura dengan turun langsung memimpin operasi SAR gabungan bersama Basarnas, Polri, BPBD, pemerintah daerah dan relawan di kawasan Gunung Dukono.
Hingga Minggu pagi (10/5), proses pencarian masih berlangsung di tengah kondisi medan terjal dan ancaman aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat meningkat.
Data sementara mencatat sebanyak 20 pendaki berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi. Mereka terdiri dari 11 warga negara Indonesia (WNI) dan 9 warga negara asing (WNA).
Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil diselamatkan, masing-masing 10 WNI dan 7 WNA. Sementara tiga pendaki lainnya dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari satu WNI dan dua WNA.
Dalam operasi kemanusiaan itu, TNI AD mengerahkan satu peleton dari Kodim Tobelo, satu regu Koramil Galela, serta satu peleton Yonif 732 untuk memperkuat tim SAR gabungan.
Selain TNI AD, operasi juga melibatkan satu regu Basarnas, satu plEeton Brimob, satu peleton Sabhara Polres Halmahera Utara, serta 20 warga setempat yang ikut membantu proses pencarian dan pada Sabtu (9/5), tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah seorang pendaki WNI bernama Angel (40).
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Minggu (10/5) menegaskan, seluruh personel harus mengutamakan faktor keselamatan selama operasi berlangsung, karena aktivitas Gunung Dukono masih sangat berbahaya.
"TNI AD akan terus hadir mendukung proses evakuasi korban dan membantu masyarakat hingga operasi kemanusiaan selesai,” tulis Kasad dalam rilis tersebut.
Sementara itu, kondisi masyarakat di sekitar Gunung Dukono dilaporkan masih aman dan belum memerlukan pengungsian. Meski begitu, warga diminta tetap waspada terhadap hujan abu vulkanik dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Korban WNI yang selamat telah kembali ke keluarganya masing-masing. Sedangkan para WNA yang berhasil dievakuasi kini berada di Ternate sambil menunggu jadwal penerbangan menuju Jakarta,” jelas Kasad.(S-10)