AMBON, Siwalima.id - Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Pattimura Ambon, mengeluarkan peringatan dini terhadap Potensi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih mengancam Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya serta sejumlah wilayah di Maluku
Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima. Selasa. (28/10) mengungkapkan, peringatan dini di keluarkan berdasarkan sistem analisis Karhutla
Berdasarkan, Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.
“Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate)), sedangkan kategori tinggi (High) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya,” tulis Kemari
Menurutnya, Duff Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.
“Initial Spread Index menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin Nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13km/jam (3.6 m/s) Sangat baik menggambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang-alang, dimana penyebaran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),” jelasnya
Secara umum lanjut Kemari, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate). Namun, di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) dan sangat mudah (Very High).
“Disarankan untuk berkoodinasi dengan Kementrian, Dinas, dan Lembaga terkait setempat untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” ujar Kemari
Dikatakan, Fire Weather Index menunjukkan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran Sangat dipengaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate),
“Namun, di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) dan sangat mudah (Very High),” terangnya
Dikatakan, Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) dan sangat mudah (Very High). “Disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah pengguna,” harapnya. (S-27)