SIWALIMA.id > Berita
Karhutla Ancam KKT dan MBD
Daerah | Rabu, 29 Oktober 2025 pukul 14:03 WIT

AMBON, Siwalima.id - Berdasarkan Badan Meteorologi Kli­matologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Pattimura Ambon, menge­luar­kan peringatan dini terhadap Potensi Ke­bakaran hutan dan lahan (Karhut­la) masih mengancam Kabu­paten Ke­pulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya serta sejumlah wilayah di Maluku 

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima. Selasa. (28/10) mengungkapkan, peringatan dini di keluarkan berdasarkan sistem analisis Karhutla

Berdasarkan, Fine Fuel Moisture Co­de (FFMC) menunjukan tingkat po­tensi kemudahan terjadinya keba­ka­ran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya me­nutupi lantai hutan pada keda­laman 1-2 cm.

“Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permu­kaan tanah di wilayah Maluku be­rada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate)), sedang­kan kategori tinggi (High) di Kabu­paten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya,” tulis Kemari 

Menurutnya, Duff Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemu­dahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan orga­nik di lapisan menengah permu­kaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan ta­nah. Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ri­ngan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

“Initial Spread Index  menun­jukkan tingkat kemudahan penyeba­ran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara ekspo­nensial terhadap kecepatan angin Nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13km/jam (3.6 m/s) Sangat baik meng­gambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang-alang, dimana penyebaran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),” jelasnya 

Secara umum lanjut Kemari, ting­kat kemudahan terbakar pada lapi­san atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori ren­dah (Low) dan sedang (Moderate). Namun, di wilayah Kabupaten Kepu­lauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) dan sangat mudah (Very High).

“Disarankan untuk berkoodinasi dengan Kementrian, Dinas, dan Lem­baga terkait setempat untuk peman­faatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” ujar Kemari

Dikatakan, Fire Weather Index menunjukkan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran Sangat dipe­ngaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate), 

“Namun, di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) dan sangat mudah (Very High),” terangnya 

Dikatakan, Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, di wilayah Kabupaten Ke­pulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) dan sangat mudah (Very High). “Disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebaka­ran hutan dan lahan di wilayah pengguna,” harapnya. (S-27)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps