TIAKUR, Siwalima.id - Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap semua pihak ikut mensukseskan perayaan hari raya Idul Fitri 1447 H.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada lebaran 2026 ini mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75 persen yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
“Meskipun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya,” kata Kapolri dalam sambutan yang dibacakan Bupati MBD, Benyamin Thomas Noach saat memimpin apel gelar pasukan operasi ketupat yang dipusatkan di Mapolre MBD, Kamis (12/3).
Dikatakan apel gelar pasukan merupakan satu bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana.
Selain itu juga merupakan wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam rangka mensukseskan operasi Ketupat 2026.
Dalam amanat juga Kapolri juga menyoroti terkait situasi global, mulai dari konflik antara Israel dan Palestina hingga Israel, Amerika Serikat dan Iran.
Lanjutnya situasi tersebut berimplikasi terhadap gejolak harga minyak dunia yang berdampak pada stabilitas ekonomi global.
Apabila situasi ini tidak membaik, maka akan berpotensi melemahkan nilai tukar rupiah, memicu kenaikan harga komunitas yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, meningkatnya inflasi dan peningkatan kebijakan fiskal yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Dan meskipun pada 10 Maret harga minyak dunia sempat menurun, kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat situasi global masih belum sepenuhnya stabil.
“Menyikapi dinamika tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non blok, guna memitigasi dampak eskalasi global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia,” katanya.
Pemerintah juga melakukan langkah dalam rangka menjaga kestabilan harga minyak dengan memberikan bantuan subsidi.
Berdasarkan data Pertamina stok BBM dan LPG masih mencukupi. Oleh karena itu masyarakat dihimbau untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.
Guna memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri dan hari Lebaran, Polri didukung TNI dan stakeholder menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi “Ketupat 2026” selama 13 hari dimulai tanggal 13-25 Maret 2026 dengan melibatkan 161,243 personel gabungan.
Berdasarkan hasil rakor lintas sektor puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, dimana puncak arus mudik diprediksi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026.
Sementara arus balik diprediksi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026. Polri telah siapkan 2.746 Pos yang terdiri dari 1.624 pos PAM, 779 pos Yan dan 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Pengamanan juga difokuskan terhadap 185.607 objek berupaya masjid, lokasi sholat, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api dan bandara,” jelasnya.
Sementara itu pantauan Siwalima, apel gelar pasukan Ketupat ini melibatkan instansi terkait diantaranya TNI-Polri, Satpol PP, BPBD, Damkar, Dinas Perhubungan dan PLN.
Bupati Aru Pimpin Apel
Apel Operasi Ketupat dengan sandi Salawaku juga dipimpin oleh Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel di Mapolres, Kamis (12/3).
Apel dihadiri ketua DPRD Aru, Fenny Loy, Kajari Kepulauan Aru, Amanda, Kapolres, AKBP. Albert Perwira Sihite, Danlanal Aru, Letkol Laut (P). Sriadi, Kepala Pos SAR Aru, Glen Tehupuring, para PJU Polres Kepulauan Aru serta unsur forkopimda lainnya.
Dalam arahannya Bupati, mengatakan apel gelar pasukan ini sebagai bentuk antisipasi dalam menyambut perayaan hari raya Idul Fitri. “Kita semua harapkan dapat berjalan dengan aman, damai mulai pra mudik, mudik dan arus balik,” kata Kaidel.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Aru, AKBP. Albert Perwira Sihite mengatakan untuk operasi ini pihaknya menerjunkan 120 personil polres dan dibantu TNI, Brimob, satpol PP, Dinas Perhubungan, personil pos SAR Dobo.
Untuk skemanya, ada dua pos pengamanan yakni satu di tugu cendrawasih yang satu lagi yang berada di Pasar Jargaria.
Sementara untuk pos terpadu terdapat di belakang kantor dewan dan pelabuhan rakyat
“Pos pelayanan ada empat titik. Tiga titik berada di belakang wamar yakni kawasan tempat wisata papaleierang, tempat wisata Tete Karatem dan kawasan batu kora, desa wangle,” jelasnya. (S-28/S-11)