BULA, Siwalima.id - Kapolres Seram Bagian Timur AKBP Alhajat memimpin peringatan hari ibu ke 79 yang berlangsung lapangan apel Mapolres, Senin (22/12).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan kontribusi perempuan Indonesia dalam sejarah perjuangan bangsa serta pembangunan nasional.
Peringatan hari ibu kali ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045,”
Kapolres dalam amanatnya, mengingatkan peringatan Hari Ibu merupakan momentum untuk mengenang perjalanan panjang kaum perempuan dalam meraih kesetaraan gender dan hak-hak sipil.
“Peringatan Hari Ibu pada dasarnya memiliki makna yang lebih mendalam dari sekadar selebrasi. Ini adalah bentuk pengakuan atas peran strategis perempuan dalam keluarga, masyarakat, serta dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ungkapnya.
Ia juga menekankan perempuan adalah agen perubahan (agent of change) yang vital.
Di tengah tantangan global, perempuan Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai pilar ekonomi, inovator di bidang teknologi, serta penjaga nilai-nilai kultural dan keberlanjutan hidup.
“Perempuan tidak hanya menjadi objek atau penerima manfaat pembangunan, melainkan motor utama yang menggerakkan perubahan, tegasnya.
Kontribusi nyata lanjutnya di berbagai sektor adalah bukti kekuatan daya juang perempuan Indonesia.
Mengakhiri amanatnya, ia menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh perempuan Indonesia atas dedikasi, kasih sayang dan karya nyata yang telah diberikan bagi kemajuan bangsa.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya, guna mewujudkan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan,” pintanya.
Perkuat Peran Perempuan
Sementara itu peringatan hari ibu juga diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea.
Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Namlea Y. H. Tomasoa yang memimpin upacara peringatan Hari Ibu menyebut peringatan hari ibu bukan hanya sebatas peringatan sesaat semata.
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial dan bukan pula perayaan “Mother’s Day”, namun merupakan apresiasi mendalam bagi seluruh perempuan Indonesia dalam semua peran dan kapasitasnya, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa, maupun Negara,” tegasnya ketika membaca amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi.
Sejalan dengan temannya, ia menambahkan perempuan merupakan bagian strategis dalam pembangunan bangsa sejak era kemerdekaan.
Perempuan Indonesia telah menjadi agen perubahan, me-nggerakkan inovasi, memperjuangkan keadilan dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, beban ganda, stigma, minimnya akses, serta kekerasan berbasis gender, perempuan tidak pernah berhenti berjuang.
Dia akhir sambutan, ia mengajak seluruh peserta upacara melanjutkan komitmen bersama memperkuat peran perempuan dalam pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan. (S-27/S-15)