AMBON, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto menegaskan penerimaan Bintara Brimob Polri 2026 harus bersih dari namanya korupsi, kolusi dan nepotisme.
“Rekrutmen merupakan pintu awal pembentukan sumber daya manusia Polri, sehingga proses seleksi harus dikelola secara jujur, objektif dan berkeadilan sesuai prinsip Presisi,” tegas kapolda dalam sambutan yang dibacakan Wakapolda Maluku, Brigjen Imam Thobroni saat memimpin kegiatan Penandatanganan Pakta Integritas dan pengambilan sumpah panitia, pengawas, peserta, serta orang di Mapolda, Rabu (19/11)
Dalam kegiatan yang diikuti 537 calon siswa yang telah terverifikasi, dan turut dihadiri PJU Polda Maluku, panitia seleksi, pengawas, peserta, serta para orang tua dan wali.
Kapolda menegaskan, penandatanganan pakta integritas merupakan komitmen moral seluruh unsur yang terlibat untuk memastikan bahwa proses rekrutmen berjalan bersih, transparan, akuntabel, humanis, serta bebas dari segala bentuk penyimpangan.
“Junjung tinggi integritas dan menolak segala bentuk praktik penyimpangan maupun KKN, melaksanakan tugas dengan kejujuran, objektivitas dan tanggung jawab penuh, menghapus persepsi keliru bahwa menjadi anggota Polri harus melalui pembayaran atau jalur tidak resmi,” tegasnya.
Selain itu jenderal bintang dua menyebut perlu dibangun koordinasi erat antara panitia dan pengawas demi memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepada seluruh Casis, ia berpesan untuk yakin pada kemampuan sendiri, tidak percaya kepada calo dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan disiplin serta kesungguhan.
“Peran orang tua juga penting dalam menjaga integritas proses seleksi,” pesannya.
Kapolda juga mengimbau agar orang tua tidak memberikan uang kepada pihak manapun yang menjanjikan kelulusan, dan segera melaporkan jika menemukan oknum yang menawarkan praktik tersebut.
Ia juga berharap, proses penerimaan Bintara Brimob 2026 dapat melahirkan personel Polri yang berkualitas, berkarakter, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Jalani Pemeriksaan Administrasi
Sebanyak 537 calon siswa Bintara Brimob Polri mengikuti pemeriksaan administrasi awal yang digelar panitia daerah Polda Maluku di Mapolda Maluku, Tantui, Ambon, Kamis (20/11).
Proses pemeriksaan administrasi ini melibatkan tim teknis dari Dukcapil Kota Ambon serta Dinas Pendidikan dan kebudayaan Maluku.
Selain itu, hadir pula tim pengawas dari LSM Mavindo Maluku, perwakilan media, serta pengawas internal dari Bidang Propam, Bid Dokkes, dan Itwasda Polda Maluku.
“Hari ini dilaksanakan proses seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun 2026 yang dimulai dengan pemeriksaan awal administrasi. Pemeriksaan dilakukan terhadap sebanyak 537 peserta,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi.
Pemeriksaan administrasi tahap awal meliputi, pengukuran tinggi dan berat badan, verifikasi ijazah, pemeriksaan akta kelahiran, pemeriksaan KK dan KTP, pemindaian seluruh berkas melalui aplikasi digital.
Pak Kapolda Maluku telah menekankan, proses seleksi Bintara Brimob harus dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH: Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” tegasnya.
Seleksi penerimaan anggota Polri lanjutnya merupakan pintu awal pembentukan SDM Polri yang unggul.
Karena itu, pak Kapolda menginstruksikan agar seluruh tahapan dijalankan secara profesional dan bebas dari penyimpangan.
Polda Maluku juga telah membuka nomor dan kanal pengaduan bagi peserta maupun orang tua untuk melaporkan bila menemukan kejanggalan selama proses seleksi berlangsung.
“Bapak Kapolda juga menegaskan bahwa tidak ada titip-menitip, tidak ada transaksi, dan sistem sudah berjalan otomatis. Siapapun yang mencoba bermain, tidak akan mempengaruhi hasil,” tegasnya. (S-25)