AMBON, Siwalima.id - Jemaat Solagratia Gereja Kristen Reformasi Indonesia (GKRIA) mendapat kunjungan dari kantor kementerian agama kota ambon, Minggu (8/3).
Kunjungan itu diawali dengan ibadah Minggu di Gedung Gereja Solagratia yang dipimpin oleh pendeta dari Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, Pendeta Frely Engko.
Usai ibadah Minggu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen, Remons Untarola memberikan arahan kepada warga Jemaat GKRIA Solagracia Kota Ambon sekaligus menyerahkan bantuan kepada anak Sekolah Minggu.
Bantuan yang diterima oleh Ketua Badan Pelayan Jemaat GKRIA Solagracia Ambon, Pendeta Lorina Samloy/Laturake.
Remons kepada Siwalima di sela-sela kegiatan itu menjelaskan, program ini rutin dilakukan dari Kemenag, sebab gereja dan pemerintah itu adalah mitra.
“Ini satu upaya untuk kita dekatkan diri dengan mitra kerja kita, yaitu gereja-gereja, maka kita harus turun langsung supaya tahu apa kebutuhan jemaat, kemudian kondisi jemaat dan kondisi gerejanya seperti apa. Karena kita tidak bisa hanya menunggu pimpinan gereja datang ke kantor kita. Sebab kapan pimpinan gereja datang ke kantor? Dalam satu tahun mungkin hanya satu kali, bahkan kadang jarang juga,” ucap Remons.
Untuk itu kata Remons, pihaknya mengambil langkah untuk turun ke bawah, sehingga bisa mengetahui secara langsung kondisi setiap gereja, serta apa saja yang dibutuhkan.
Contohnya, ketika pihaknya turun di suatu gereja ada kebutuhan pembangunan, maka jika Kantor Kementerian Agama Kota Ambon miliki anggarannya maka dapat dibantu. Begitupun ketika pihkanya turun ke gereja-gereja yang lain.
“Kemarin itu kita turun di salah satu gereja, kalau saya tidak salah itu tidak punya infokus dan tidak punya laptop. Kebetulan tahun lalu ada bantuan sedikit, jadi saya bawa ke sana,” tandas Remons.
Kunjungan ke gereja-gereja ini menurut remons, tidak lain hanya bertujuan untuk membangun kemitraan, sekaligus berharap gereja-gereja ini semakin kuat dalam membangun persatuan.
“Kita berharap, kehadiran kita bisa memberikan pencerahan, sebenarnya kata ini beda, tapi tetap satu. Kita hanya beda tempat beribadah saja. Jadi kalau sudah merasa di situ, ya di situ saja. Kalau merasa di gereja ini iman dibangun di sini, spiritualitas dibangun di gereja ini, maka setialah di situ, seperti yang kita harapkan,” tutur Reemons.
Program ini sendiri kata Remons, sudah berjalan sejak tahun 2025 kemarin dan semua gereja yang berada di wilayah Kota Ambon pihaknya sudah mendatangi semua gereja, sementara dalam tahun ini baru dua gereja yang didatangi, namun dipastikan semua gereja akan didatangi.
“Kalau ditanya ini sudah gereja keberapa tahun 2026 ini, kita baru turun ke dua gereja. Tapi pada tahun-tahun sebelumnya hampir semua gereja sudah kita kunjungi. Rencananya untuk 2026 ini juga sama seperti sebelumnya. Mungkin minggu depan akan ada lagi,” Papar Remons.
Remonas menargetkan, dalam tahun ini, pihaknya akan lebih menyasar lagi ke gereja-gereja yang mungkin baru bertumbuh, maupun gereja-gereja yang sedang dalam pergumulan.
Ditempat yang sama Ketua BPJ GKRIA Solagracia Ambon, Pendeta Ny L Samloy/Laturake menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kunjungan dari Bimas Kristen Kemanag Kota Ambon ke jemaat ini.
“Ini merupakan kehormatan bagi kami Jemaat GKRIA Solagracia Ambon atas Kunjungan dari pak Kasi Bimas Krosten dan stafnya ke jemaat kami,” ucap Pendeta Samloy.
Pendeta Samloy Berharap, hubungan kemitraan yang telah terjalin dengan baik antara Bimas Kristen Kemenag Kota Ambon dengan Jemaat GKRIA Solagracia Ambon ini, kiranya terus terjalin dengan baik.(S-06)