AMBON, Siwalima.id - Usai berakhirnya Operasi Ketupat Salawaku 2026, Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease langsung mengintensifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), guna menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya menjelang perayaan Paskah Kristus.
Operasi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah itu resmi ditutup pada, Rabu (25/3) pukul 24.00 WIT, setelah sebelumnya berlangsung di seluruh wilayah hukum Ambon dan Pulau-pulau Lease.
Evaluasi pelaksanaan operasi digelar di aula Mapolresta Ambon, dipimpin Kapolresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Yoga Putra Prima Setya, serta dihadiri pejabat utama dan jajaran perwira.
Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan, Operasi Ketupat Salawaku 2026 berjalan optimal berkat sinergi seluruh personel dan dukungan instansi terkait, sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Meski demikian, kepolisian tidak mengendurkan pengawasan. Polresta Ambon akan memperkuat pelaksanaan KRYD dengan fokus pada penertiban peredaran minuman keras (miras) yang kerap menjadi pemicu tindak pidana, terutama kasus penganiayaan.
"Dampak dari miras ini yang menjadi persoalan, untuk itu polisi fokus meredam dan menekan peredaran nya, karena memang kita liat akar masalah atau kejadian menonjol sebagian besar di picu miras,” jelas Kapolresta melalui Kasi Humas Polresta Ambon Ipda Jane Luhukay di Ambon, Sabtu (28/3).
Dirinya menegaskan, kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu kamtibmas, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
"Kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran, namun kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tandas kapolresta.
Polresta Ambon juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas kamtibmas, demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan nyaman.(S-10)