SIWALIMA.id > Berita
Jelang Nataru, Komisi II Minta Maksimalkan Distribusi Energi dan Pangan
Online | Senin, 1 Desember 2025 pukul 18:15 WIT

AMBON, Siwalima.id - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Pertamina, dan PT PLN serta Perum Bulog diminta untuk memaksimalkan distribusi energi dan pangan.   

Kesiapan distribusi energi dan pangan di wilayah Maluku ini, sangatlah penting, sebab dalam momen menjelang Nataru ini, kebutuhan masyarakat akan energi dan pangan mengalami peningkatan signifikan

Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Maluku, Andreas JW Taborat dalam rapat dengar pendapat bersama PT PLN Wilayah Maluku Malut, Perum Bulog Maluku dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku (MOR 8) di ruang rapat Komisi II DPRD Maluku, Senin (1/12). 

Taborat juga minta pihak PT PLN Wilayah Maluku Malut melakukan perbaikan jaringan listrik dan mesin yang sudah berumur sejak awal. Pasalnya, beberapa wilayah di Kota Ambon kerap mengalami pemadaman rutin, terutama saat akhir pekan. 

Pemadaman ini, meskipun untuk perbaikan, terkadang mengganggu proses ibadah Natal yang sementara dijalankan masyarakat.

“Kami berharap perbaikan jaringan dilakukan sejak awal agar saat puncak perayaan, distribusi listrik tidak terganggu dan semua aktivitas masyarakat berjalan lancar. Hal ini sangat penting terutama di pulau-pulau terpencil, yang hanya menikmati listrik beberapa jam setiap hari,” pinta Taborat.

Sementara untuk Pertamina Patra Niaga, Taborat minta, pengaturan distribusi BBM, terutama ke daerah kepulauan yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi laut.

“Kalau ada kuota tambahan yang disetujui pemerintah daerah, sebaiknya diutamakan untuk wilayah kepulauan agar distribusi BBM aman dan lancar. Untuk daerah yang bisa dijangkau jalur darat, distribusi melalui mobil tanki tetap berjalan seperti biasa,” tutur Taborat.

Menurutnya, antisipasi sejak dini sangat penting, mengingat cuaca di Maluku cenderung buruk pada pertengahan Desember hingga awal Januari. Stok di lokasi perlu dijaga agar masyarakat dan industri tetap terpenuhi kebutuhannya.

Selain energi, Taborat juga menyoroti distribusi beras oleh Bulog Maluku. Ia juga minta agar distribusi ke mitra, terutama di desa-desa terpencil, dipercepat dan ditingkatkan jumlah mitranya. 

“Distribusi ke mitra harus dipercepat supaya akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap lancar. Penambahan jumlah mitra Bulog juga bisa menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat, termasuk di daerah terpencil,” usul Tbaorat.

Taborat menekankan, distribusi dari gudang Bulog ke mitra tidak setengah-setengah, sebab terkadang masyarakat memesan 50 karung beras, tetapi hanya diberikan 25 karung. Hal ini dinilai bisa mengganggu ketersediaan pangan, terutama menjelang Nataru.

Koordinasi antara Pertamina, PLN, dan Bulog sangat penting agar kebutuhan masyarakat di Maluku, baik di kota maupun pulau-pulau terpencil, terpenuhi secara optimal.

“Dengan langkah koordinasi dari Pertamina, PLN dan Bulog, masyarakat Maluku diharapkan dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, serta terpenuhinya kebutuhan energi dan pangan, termasuk di pulau-pulau terpencil,” harap Taborat. (S-26)

BERITA TERKAIT