AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena secara resmi membuka Jambore Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Ambon di Bumi Perkemahan Lorihua, Suli.
Jambore yang berlangsung di Kabupaten Maluku Tengah diikuti oleh ratusan anggota pramuka termasuk majelis pembimbing gugus depan.
“Jambore bukan sekadar ajang berkemah atau bersenang senang, melainkan momen strategis untuk membangun karakter, melatih kemandirian, dan menempa jiwa kepemimpinan generasi muda,” terang walikota dalam sambutan.
Ia berharap para peserta juga dapat menjadi ujung tombak masa depan Kota Ambon, yang hanya tinggal 19 tahun lagi akan memasuki era Indonesia Emas 2045.
“Adik adik sekalian adalah ujung tombak masa depan kota ini. Ingat, dari tahun 2026 ke 2045 hanya tersisa 19 tahun. Inilah usia kalian yang akan mengisi generasi emas nanti, pesan walikota.
Olehnya itu melalui kegiatan positif seperti Pramuka, ia berharap terbentuk generasi yang tangguh, hebat dan siap membawa nama Ambon di tingkat nasional maupun internasional.
Setelah kegiatan ini, walikota juga berharap ada peningkatan kualitas diri yang signifikan, terutama dalam hal pembentukan karakter, nilai positif, kedisiplinan dan semangat persaudaraan.
“Apa yang didapat di perkemahan diharapkan dapat ditularkan kepada teman teman di sekolah maupun lingkungan rumah, sehingga berdampak luas bagi seluruh pemuda Ambon,” ingatnya.
Terkait persiapan mengikuti Jambore Nasional, yang terpenting bukanlah soal terpilih atau tidak, tetapi bagaimana setiap peserta berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
“Yang berhasil jangan jumawa, yang belum terpilih jangan putus asa. Keberhasilan sejati diukur dari seberapa besar kalian mengambil sisi positif dari kegiatan ini. Nilai nilai Dasadarma Pramuka itu isinya semua baik, dan itulah yang harus ditanamkan agar kita tidak ragu menghadapi masa depan,” jelasnya.
Secara khusus, ia juga menyoroti masalah tawuran pelajar yang bela-kangan ini marak terjadi di Ambon.
Dirinya kemudian meminta seluruh jajaran gerakan Pramuka untuk ambil bagian aktif melakukan sosialisasi dan pencegahan. Menurutnya, Pramuka harus menjadi teladan dan agen perubahan yang mengajak teman sebayanya menjauhi perilaku negatif.
Ancaman terbesar saat ini adalah tawuran yang menggerus karakter baik siswa. Semakin diingat, perilaku ini justru semakin menjadi jadi. Karena itu.
Ia juga menitipkan kepada Ketua Kwartir Cabang dan seluruh pembina mulai sosialisasi di sekolah lewat Pramuka.
“Jadilah contoh yang baik, ajak teman teman memahami bahwa pendidikan adalah jalan menuju sukses. Jika jalan ini ditempuh dengan cara salah, masa depan pun akan suram,” katanya.
Dirinya juga mengajak anggota Pramuka menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual, namun tetap rendah hati dan berkarakter.
Di akhir sambutannya, ia juga mengaitkan semangat Pramuka dengan tema peringatan HUT Kota Ambon ke 451 tahun, yaitu “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga kebersihan lingkungan selama berkemah dan menjadi pelopor kebersihan dimanapun berada.
“Suatu saat nanti, kita akan melakukan kerja bakti bersih bersih lingkungan bersama seluruh anggota Pramuka, untuk memberi contoh bagi masyarakat lain. Tunjukkan bahwa Pramuka Ambon adalah Pramuka hebat yang terus bertransformasi demi masa depan kota tercinta,” tutupnya.(S-30)