AMBON, Siwalima.id - Akses jalan utama menuju Dermaga Ferry Hunimua lumpuh total, akibat aksi pemalangan jalan pada, Senin (20/4) pagi tadi.
Dari siaran langsung beberapa akun tik tok dan video yang beredar di media sosial, menunjukan peristiwa ini menyebabkan kemacetan panjang yang menjebak ratusan kendaraan dari arah Kota Ambon maupun Pulau Seram sejak pagi tadi.
Antrean panjang kendaraan dilaporkan sejak pagi hari. Truk logistik, mobil pribadi, hingga sepeda motor tidak dapat bergerak, sehingga aktivitas distribusi barang terganggu, termasuk pengiriman kebutuhan pokok ke wilayah Seram Bagian Timur.
Salah satu sopir mobil box pengangkut sembako, Revi mengaku, telah terjebak sejak pukul 09.15 WIT dan belum ada tanda-tanda jalan akan kembali dibuka.
“Kemacetan masih panjang sampai sekarang. Saya sudah terjebak dari pagi, belum ada kejelasan kapan dibuka. Kami harap polisi segera ambil tindakan supaya jalan kembali normal,” ujarnya.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga memicu kelelahan dan frustrasi para pengguna jalan. Sejumlah pengendara terpaksa bertahan dibawah terik matahari dengan keterbatasan akses makanan dan air.
Di tengah situasi itu, sebuah momen emosional turut menjadi sorotan. Melalui siaran langsung di aplikasi TikTok, Yeni Rosbayani Asri, istri Bupati Seram Bagian Barat, terlihat menangis saat menyaksikan langsung kondisi kemacetan.
Dalam video tersebut, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap warga yang terdampak dan berharap kejadian serupa tidak terulang.
“Saya berharap pemalangan jalan yang menyusahkan orang banyak seperti ini tidak boleh terjadi. Ini merugikan masyarakat dan tidak bisa dibiarkan,” ujarnya dengan suara bergetar.
Aksi pemalangan ini kembali menyoroti persoalan gangguan terhadap akses transportasi vital di Maluku. Jalur menuju Dermaga Hunimua diketahui merupakan penghubung utama antara Pulau Ambon dan Pulau Seram.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pemalangan maupun langkah konkret aparat untuk membuka akses tersebut.
Sementara itu, salah satu warga Liang, Ismail Relahat yang ditemui di Ambon siang ini mengaku, akses jalan sementara masih terjadi pemalangan dengan sejumlah mobil jalur Liang.
Kini, pemalangan terjadi diperbatasan antara Liang dan Waai. Pemalangan ini terjadi akibat pelemparan mobil Liang oleh orang tak dikenal di Daerah Momoke.
“Tadi saya lewat sekitar jam 11. Masih ada pemalangan, tapi masih bisa di lalui dengan sepada motor, tapi kalau dengan mobil mungkin agak susah. Itu sementara kondisi di jam 11.00WIT tadi,” ujarnya.(S-25)