AMBON, Siwalima.id – DPD GAMKI Maluku minta masyarakat tak terpengaruh isu kenaikan BBM, sehingga akan membuat masyarakat ada dalam situasi panic buying.
Untuk mendapatkan informasi resmi serta mencari solusi untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi di hampir seluruh SPBU, maka Ketua dan Sekretaris DPD GAMKI Maluku melakukan pertemuan dengan Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Ambon.
Kunjungan fungsionaris DPD GAMKI Maluku ini, diterima Manajer Integrated Pertamina Terminal Wayame, Novi Prasetyo diruang kerjanya, Selasa (31/3).
Agenda utama diskusi ini adalah, mencari solusi atas meningkatnya antrean panjang dan membludaknya pembeli BBM di sejumlah SPBU di Kota Ambon dalam dua hari terakhir ini.
Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Ritiauw dalam pertemuan tersebut menyampaikan keprihatinannya atas isu yang berkembang di masyarakat yang dinilai telah mengganggu stabilitas sosial di masyarakat.
“isu Kelangkaan BBM serta isu akan naiknya harga minyak berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk sektor ekonomi dan pelayanan publik,” tulis Ritiauw dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Rabu (2/4).
Ritiauw juga meminta kepada masyarakat untuk mengunakan energi secara bijak dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif untuk memastikan distribusi BBM ini tidak disalahgunakan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Ritiauw.
DPD GAMKI Maluku dalam kesempatan tersebut kata Ritiauw, turut mendorong adanya pengawasan bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar distribusi BBM berjalan adil dan tepat sasaran.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi antara OKP bersama pihak Pertamina Ambon guna mengatasi isu- isu yang menyesatkan, terkait BBM di Kota Ambon.
“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi BBM dapat berjalan lebih merata,” harap Ritiauw.
Masih dalam rilis itu, Sekretaris DPD GAMKI Maluku, Fransina Latumahina, minta agar Pertamina Patra Niaga harus terus memastikan distribusi BBM dari Integrated Terminal Wayame Ambon berjalan dengan maksimal untuk menjamin layanan pengisian BBM di SPBU kepada masyarakat.
”Saat ini warga Kota Ambon sedang dilanda panic buying, akibat beragam isu yang menerpa, apalagi ditambah dengan konflik yang terjadi antara Iran dan Israel dan berdampak pada ketegangan di Selat Hormus, warga kota juga jadi kuatir ketersediaan BBM akan menipis,” tandas Latumahina.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina Integrated Wayame menjelaskan, tidak terjadi kelangkaan BBM di Maluku dan tidak ada kaitannya dengan konflik di Timur Tengah terhadap ketersediaan BBM di Maluku.
Pertamina akan terus menjaga stok di Fuel Terminal serta proses distribusi ke SPBU dilakukan seefektif mungkin agar peningkatan layanan pengisian BBM ke masyarakat terus berjalan.
“Upaya distribusi sedang dilakukan dengan mempercepat penyaluran BBM dari terminal ke SPBU serta menambah frekuensi pengiriman. Selain itu, pengawasan terhadap distribusi juga diperketat untuk menghindari penimbunan dan praktik penyalahgunaan BBM,” tandas Latumahina mengutip ucapan Manajer Terminal Waiyame, Prasetyo.
Hingga saat ini, antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Ambon, namun diharapkan dalam beberapa hari ke depan kondisi akan berangsur normal seiring dengan kesadaran masyarakat.(S-07)