SIWALIMA.id > Berita
Insiden Kantor Desa Passo Dibahas di Program WAJAR
Online | Sabtu, 18 Oktober 2025 pukul 01:01 WIT

AMBON, Siwalimanews – Insiden perdebatan antara salah seorang warga dengan Sekretaris Desa Passo, Simona Tomaluweng, di Kantor Desa Passo, pada Rabu (15/10), mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Ambon.

Insiden itu disampaikan warga Hutumuri Waty dalam acara Walikota Jumpa Rakyat (WAJAR), di Balai Kota Ambon, Jumat (17/10).

Dalam Wajar kali ini Pj Kepala Pemerintah Negeri Passo Ivan Erick Pattinama, dan Sekdes Passo Simona Tomaluweng, bersama sejumlah staf desa, mahasiswa KKN juga dihadirkan sebagai saksi oleh Pemdes Passo.

Saat diberi kesempatan Waty yang juga wartawan Harian pagi Siwalima ini, membeberkan fakta yang terjadi di Kantor Desa Passo pada saat itu, bahkan bukti foto dan video terkait kondisi kantor desa yang belum dibuka dan tidak ada satupun pegawai di kantor itu saat Rabu pagi ditunjukan.

Saat ditunjukan video dan foto, mereka yang hadir bahkan tampak tertawa, sebab video dan foto yang ditunjukan sebagai bukti terlihat jelas, kondisi Kantor Desa Passo yang belum dibuka pada jam pelayanan yang seharusnya jam 8 pagi.

Waty juga menanggapi pernyataan-pernyataan Sekdes dibeberapa media yang dinilainya tidak sesuai fakta yang terjadi di lapangan. Alhasil, ada kebohongan yang disampaikan sekdes terungkap dalam program WAJAR.

Kebohongan itu diantaranya, pernyataan sekdes soal dirinya manantang sekdes akan menelpon Walikota Ambon dengan mengatakan, Malah saya di tantang balik oleh Waty yang mau menelpon walikota.’ Sementara dalam WAJAR, Sekdes secara langsung mengakui, bukan itu yang Waty sampaikan saat berdebat dengannya, tetapi Ibu Waty mengatakan, ibu mau telepon Wali, silakan.’

“Satu pernyataan yang berbeda ini saja sudah memperlihatkan, bahwa Sekdes berbohong dan faktanya, Dia (sekdes) sendiri yang sampaikan, bahwa ketika dia (Sekdes) tanya, beta ibu yang lapor katong di Wali, dan beta jawab ia, sebab sekdes mengatakan, bahwa pak wali yang mengirim video itu ke dia (sekdes), maka beta jawab, kalau ibu mau telepon Wali silakan. dan itu faktanya. tapi di media sekdes bilang, seakan-akan beta bikin takut dia dengan mau telepon walikota,” tutur Waty.

Selain itu lanjut Waty, soal pernyataan sekdes bahwa dia menghindar dari keributan dengan masuk ke ruangan lain itu juga bohong, sebab saat terjadi perdebatan sekdes sendiri yang minta Waty untuk duduk, dengan mengatakan, Ibu duduk dulu, antrian ada panjang, sementara faktanya seperti dalam foto yang ditunjukan, bahwa tidak ada antrian.

“Seperti yang tadi beta sampaikan dalam WAJAR, bahwa itu bohong, sekdes berdebat dengan beta sampai terakhir dia dan beberapa staf disitu tanya, ibu warga mana, ibu ni kayanya bukan warga Passo dan beta jawab beta memang bukan warga sini, beta warga Hutumuri, baru sekdes minta beta duduk dan perdebatan selesai. Jadi kalau disampaikan dia memilih menghindar dan masuk dalam ruangan, itu bohong ,” tegas Waty.

Kemudian soal nada menantang yang disampaikan Sekdes di media, bahwa Waty mengeluarkan kalimat, bahwa iya barang ada masalah, itu juga bohong, sebab yang benar adalah, Iya ibu, beta yang lapor, beta yang kirim video itu ke pa wali, lalu salahnya di mana? hal itu disampaikan.

“Karena memang itu yang beta sampaikan. Maksud beta, beta lapor ke ibu pung atasan, dalam hal ini walikota, lalu salahnya dimana. Kalau soal bahasa ” iya barang ada masalah,” itu karangan sekdes,”tegas Waty.

Menyangkut pengambilan video yang mana sekdes menyebut Waty hanya mengambil video di luar kantor dan tidak mengambil video di dalam kantor, menurut Waty, bagaimana dirinya mau masuk ke dalam, sementara kantornya masih ditutup.

Penjabat KPN Passo Ivan Erick Pattinama terkesan membela diri dengan beralasan, keterlambatan pembukaan kantor, disebabkan oleh komputer yang belum dihidupkan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette menegaskan, keterlambatan pelayanan publik di kantor desa tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Itu salah. Pelayanan publik seharusnya sudah dibuka pada jam kerja, bukan pukul 08.40 WIT belum buka kantor untuk beri pelayanan,” tandas sekot.

Wakil Walikota Ambon Ely Toisutta menegaskan, pentingnya disiplin aparatur dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami harapkan pelayanan publik kepada masyarakat betul-betul maksimal. Perhatikan jam istirahat dan jam pulang, agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan bisa terlayani dengan baik,” pinta Wawali.

Wawali juga, memberikan apresiasi kepada warga yang telah mengkritik pelayanan publik pemerintahan, baik ditingkat paling bawah hingga ke pemkot.

“Terima kasih Ibu Waty yang hari ini sudah melakukan sebuah kritikan terhadap proses pelayanan publik melalui Pemerintah Desa Passo. Ini menjadi catatan penting bagi kita untuk melakukan evaluasi terhadap desa dan negeri. Mudah-mudahan persoalan di Negeri Passo ini yang terakhir,” pinta wawali.

Untuk diketahui, insiden pada kantor Desa Passo ini, bukan yang pertama kali, sebelumnya warga juga mengeluhkan insiden yang sama dalam acara WAJAR. Untuk itu, Wawali langsung memperingatkan pihak Pmemerintah Desa Passo untuk tidak mengulangi hal yang sama lagi, sehingga ada lagi keluhan seperti ini.

Untuk itu, seluruh aparatur desa di Kota Ambon harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja pelayanan publik.

“Ini menjadi catatan penting untuk kita semua, supaya bisa mengevaluasi diri dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas wawali.(S-25)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps