AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengaku, akan kembali menyuarakan penyeÂleÂsaian Rancangan Undang-undang Provinsi Kepulauan di DPR.
Komitmen gubernur yang akrab disapa HL ini untuk mendorong penyelesaian RUU tersebut, disampaikan dalam rapat koordinasi naÂsional produk hukum daerah yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/8).
Untuk mempercepat penyeÂlesaian RUU tersebut, guberÂnur memastikan telah berÂkomunikasi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi SuÂmangerukka untuk bersama-sama memperjuangkan RUU.
âBeta (saya) sudah bicara dengan Gubernur Sultra dan siap memimpin Forum Kerja Sama Provinsi Kepulauan. Kita harus perjuangkan unÂdang-undang ini sampai tuntas di DPR,â tegas guberÂnur dalam rilisnya yang diÂterima redaksi Siwalima, Rabu (27/8).
Gubernur mengaku, UnÂdang-undang ini harus diseÂlesaikan, sebab selama ini, pemerintah pusat masih meÂnyamaratakan provinsi kepuÂlauan dengan provinsi daratan, padahal tantangannya jauh berbeda.
Pendekatan provinsi kepulauan harus berbeda dengan provinsi daÂratan, termasuk dalam pengalokaÂsian anggaran dari pemerintah pusat.
âUU Provinsi Kepulauan ini akan mengubah cara pemerintah pusat dalam mendistribusikan anggaran, sebab tak lagi semata berdasarkan luas daratan atau jumlah penduduk,â jelas gubernur.
Alokasi anggaran untuk provinsi kepulauan kata gubernur, harus juga mempertimbangkan biaya kemaÂhalan pembangunan di wilayah kepulauan yang cendrung lebih tinggi.
Jika DPR mengesahkan RUU KeÂpulauan menjadi undang-undang, maka dipastikan Maluku bersama tujuh provinsi kepulauan lainnya akan mendapatkan perhatian lebih besar dari Pemerintah Pusat.
Temui Dispora Maluku
Sementara itu, disela-sela kunÂjungan kerjannya ke Sulawesi Tenggara, HL juga menyempatkan diri bersilahturahmi dengan masÂyarakat Maluku yang ada di Kota Kendari, Selasa (26/8) malam.
Didampingi Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun, HL mengajak masyarakat Maluku di tanah rantau atau diaspora, untuk menebarkan pesan damai, guna mendukung pembangunan yang sementara dilakukan pemerintah provinsi.
âBeta merasa luar biasa dan bersukacita bisa bertemu langsung dengan basudara semua di rantau ini. Malam ini adalah kesempatan yang penuh berkat,â ucap HL.
HL mengungkapkan, Maluku saat ini membutuhkan begitu banyak pembangunan jika ingin sama dengan beberapa daerah lain yang sudah maju di Indonesia.
Kondisi Maluku yang masuk dalam kategori miskin ke delapan, tentu berbanding terbalik dengan kekayaan alam yang melimpah, tapi masih berada di jajaran termiskin.
âEnam bulan enam hari beta (saya) menjabat, masih banyak pekerjaan rumah. Perlahan-lahan kita harus benahi satu per satu,â ujar HL.
Untuk itu, HL mengajak masÂyarakat Maluku dimanapun berada, untuk ikut mendorong perubahan, bukan hanya lewat dana tapi lewat ide, jejaring dan semangat perÂsaudaraan.
Pasalnya, pembangunan Maluku sejati tidak hanya soal infrastruktur jalan, jembatan dan gedung saja, melainkan membangun hubungan sosial yang damai.
âKalau gagal menjaga hubungan basudara, percuma. Konflik cuma bikin semua jadi abu. Tidak ada yang menang, semua rugi,â tandas HL.
HL juga minta, masyarakat MaluÂku di perantauan untuk menjadi duta yang menyebarkan semangat perdaÂmaian, bukan kebencian dan hoax, termasuk pada media-media sosial.
âMari katong gunakan media sosial untuk menyebar pesan persaudaraan, bukan kebencian, karena perdamaian merupakan fondasi kuat dalam pembangunan daerah dan lebih penting dari proyek apa pun,â himbau HL.
Ia juga mengingatkan masyarakat Maluku di perantauan, agar meÂluangkan waktu untuk kembali melihat kampung halaman sebagai tempat datuk dan moyang.
âDimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jangan lupa kalau ada waktu, pulang ka kampong. Maluku su maju, mari sama-sama kita bangun,â ajak HL. (S-20)