SIWALIMA.id > Berita
Harga Pertamax di Mndona Hyera 40 Ribu Per Liter
Daerah | Selasa, 12 Agustus 2025 pukul 22:48 WIT

TIAKUR, Siwalimanews – Selama ini masyarakat di Kecamatan Mndona Hyera, Kabupaten Maluku Barat Daya masih sulit mendapatkan BBM di daerahnya.

Untuk mendapatkan BBM, masyarakat Kecamatan Mndona Hyera harus mengeluarkan ongkos lebih untuk mendapatkan minyak di ibukota kabupaten.

Harga jual untuk BBM jenis Pertamax tidak sangat-sangat mahal yakni Rp 40.000/liter. Sedangkan untuk minyak tanah Rp 7000/liter.

Menanggapi hal ini Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam MBD Imanuel Maupula yang dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya kemarin membenarkan hal itu.

“Selama ini di Luang Sermatang lebih banyak membeli BBM di Moa,” terangnya.

Karena terus kesulitan, Pemkab MBD kemudian berkoordinasi dengan PT pertamina agar penyaluran BBM bisa sampai ke masyarakat Kecamatan Mndona Hyera.

Setelah berkoordinasi cukup lama, ia mengaku sudah mendapat persetujuan dari pihak Pertamina.

“Semua dokumen pembangunan SPBU selesai sehingga penjualan BBM perdana telah berlangsung di Mndona Hyera,” ungkapnya.

Selain BBM, masyarakat Mndona Hyera juga tidak kesulitan mendapatkan minyak tanah karena pihak APBM juga menyediakan.

“Jadi informasi yang selama ini kami dapat dari masyarakat di Luang Sermatang, harga bensin itu rata-rata 40 ribu/liter dan mitan sekitar 15-20 ribu/liter,” katanya.

Lanjutnya, setelah masuknya SPBU, harga BBM akhirnya turun dan masyarakat bisa menikmati dengan cukup terjangkau.

“BBM sesuai dengan harga wilayah dimana untuk bensin 13.800/liter dan mitan 7 ribu/liter,” ungkapnya.

Selain itu pihak Pertamina juga menambahkan Kecamatan Mndona Hyera Pertamax 10 kilo liter, Dexlite 5 kilo liter dan Mintan 5 kilo liter. “Kami harapkan pangkalan Mitan menjual sesuai harga HET. Begitupun untuk BBM jenis Pertamax diharapkan sesuai dengan harga wilayah atau nasional,” tandasnya.

Jual BBM Selangit

Diberitakan sebelumnya, memanfaatkan kelangkaan BBM, pemilik APMS Tomas Malaria menjual jenis Pertamax maupun Solar dengan harga selangit.

APMS milik Thomas Malaria telah beroperasi lama di di Romang, Kecamatan Pulau Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Solar misalnya, dirinya hanya menjual ke masyarakat bukan dalam bentuk literan tetapi drum.

Harga per drum ukuran 200-220 liter dijual Tomas Rp 3.325.000. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan harga BBM di Maluku itu satu harga.

“Jadi tidak dijual per liter kalau mau beli Solar. Bisa beli tapi di ecer dengan harga 14.700,” kata salah satu warga yang namanya enggan di diturunkan kepada Siwalima, Rabu (16/7).

Ia menyebut kalau ingin membeli solar harus menge­luarkan uang tiga juta lebih.

Dengan mahalnya harga Solar, lanjutnya hanya pengusaha yang mampu membeli.

Tidak hanya itu, Solar juga lebih banyak dijual ke perusa­haan bukan ke masyarakat karena harganya tidak masuk akal.

Sementara untuk Pertamax dijual dengan harga selangit di tingkat eceran karena sulit mendapatkan di APMS. Karena dijual per drum.

“Kita biasa dapat eceran dari pengusaha yang menjual dengan menggunakan botol plastik (bekas botol air mineral) ukuran 600 mili liter itu pun harganya 15 ribu sampai 20 ribu,” jelasnya.

Yang lebih gila lagi, APMS ini juga menjual minyak tanah dengan harga Rp 10.000 per liter.

“Kalau kita ukur itu tidak sampai 1 liter padahal harganya 10 ribu dan sulit mendapatkan, kesalnya.

Untuk itu ia meminta kepada PT pertamina segera mengambil langkah tegas kepada pemilik APMS tersebut.

Pemerintah kabupaten Maluku barat daya juga diminta untuk membekukan izin usaha yang dimiliki karena penjualan sudah diluar nalar.

“Harus dibekukan izinnya dan PT Pertamina segera bertindak cepat untuk masalah ini, karena kami masyarakat yang korban, mau sampai kapan? tanya dia.

Sementara itu Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam MBD Imanuel Maupula yang dikonfirmasi Siwalima tidak memberikan tanggapan.

Ia bahkan tidak membaca pesan singkat yang dikirim via whatsApp, Rabu (16/7). (S-28)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps